Katanya negara demokrasi,
Namun hukum rimba menjadi acuan
Tak peduli
Pada rakyat yang terhimpit kesusahan
Mengincar jabatan
Meraih kekuasaan
Menumpuk kekayaan
Yang papa miskin diabaikan
Mengaku dirinya beriman
Namun tak takut pada Tuhan
Katanya negara demokrasi,
Namun menyuarakan kemerdekaan
Berujung pada jeruji besi
Bahkan pada kematian
Kuntum muda pun layu berserakan
Tak ada harapan
Tak ada impian
Sirna dalam kehampaan dan kekosongan
Lebur dalam kesia siaan
Katanya negara demokrasi,
Namun keadilan sulit didapatkan
Tidakkah kau dengarkan
Sumpah serapah dan kutukan
Bahkan jerit tangis dan kemarahan
Dari setan setan gentayangan
Dari korban kezhaliman
Kami yang telanjang dan kelaparan
Yang tidur diemperan
Toko dan kolong jembatan
Katanya negara demokrasi,
Namun kedaulatan diselewengkan
Diinjak injak
Dilucuti dan diperkosa
Menuju pada kehancuran
Meraba raba dalam kegelapan
Apa yang harus kami katakan
Apa yang harus kami lakukan
Apa yang harus kami wariskan
Pada anak anak kami, dikemudian hari
Penulis : Aswin. Freelance writer, konten kreator, aktivis sosial, dan aktif di ruang Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta
