MATACONEWS. Rieke Diah Pitaloka. Siapa yang tidak mengenal dirinya. Dirinya, sudah dikenal begitu akrab di ruang publik, lewat pemeranannya sebagai Oneng, dalam sinema elektronik (sinetron) Bajaj Bajuri, bersama aktor almarhum, Mat Solar. Dan kini, dirinya, kembali dipercaya duduk di kursi DPR RI, dari dapil IX Jawa Barat, dan duduk di Komisi XIII DPR RI, menangani : Hukum, HAM, Pemasyarakatan, dan Imigrasi.
Ade Kuswara Kunang dan Jejaring Politik di Balik Kekuasaan Daerah
Politisi PDIP itu, diduga terlibat korupsi di Kabupaten Bekasi. Rieke, menyandang status sebagai ketua Dewan Penasehat Bupati. Sebelumnya, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, telah ditetapkan sebagai tersangka. Terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Kota Bekasi. Praktik “ijon proyek” merupakan salah satu bentuk proyek yang paling vulgar dari penyimpangan kekuasaan : proyek belum dilelang, tapi kesepakatan sudah lebih dulu dibuat oleh Bupati dengan oknum pengusaha.
Sebagaimana diketahui, Ade Kuswara Kunang, adalah kader pdip, yang ditangkap bersama ayahnya, H.M. Kunang, seorang kepala desa di Bekasi, Jawa Barat. Mereka disergap Komisi Pemberantasan Korupsi, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Ijon Proyek sebagai Bentuk Abuse of Power
Kasus korupsi di Kota Bekasi, tidaklah berdiri dengan sendirinya, melainkan (diduga) terkait dengan kekuatan politik di belakang layar yang memainkan, lantaran kebijakan seorang Bupati, adalah kebijakan politik, inheren.
Fenomena aktor politik di belakang layar, atau the man behind the screen. Fenomena itu, relatif sulit di lacak manusianya, terutama jejak administrasinya. Kalau pun diperiksa dokumen semuanya tampak benar, telah sesuai aturan. Namun, proyek itu, bisa diatur, dan bahkan sejak sebelum dilelang. Diduga sebelum anggaran berjalan, pemenang lelangnya sudah ditentukan. Dan hal ini, bukanlah soal sistem, melainkan soal kekuasaan yang menyimpang (abuse of power).
Praktik “ijon proyek” menjadi salah satu bentuk paling vulgar dari penyimpangan ini: proyek belum dilelang, tapi kesepakatan sudah lebih dulu dibuat oleh Bupati dengan oknum pengusaha. (Aswin/mataconews).
