MATACONEWS – Konawe Utara. Proses pengamanan unit alat berat milik perusahaan pembiayaan Radana di site AKP (Adhi Kartiko Pratama), Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, akhirnya rampung setelah sempat diwarnai ketegangan dengan karyawan PT Hillcon Jaya Sakti, Rabu (19/3/2026).
Baca juga : KB Finansia Tunjuk PT Matacon Trans Energi
Konflik bermula dari aksi unjuk rasa karyawan yang menuntut pembayaran gaji yang belum dipenuhi oleh perusahaan. Aksi tersebut berdampak pada proses pengamanan unit pembiayaan yang hendak dilakukan oleh pihak Radana.
Para karyawan yang tengah menyuarakan aspirasinya sempat menahan unit yang akan diamankan dan menunjukkan penolakan keras di lapangan. Situasi ini memicu ketegangan yang berpotensi menghambat proses pengeluaran unit pembiayaan.
Pendekatan Humanis Redam Ketegangan
Menghadapi situasi tersebut, tim Matacon and Partners selaku penerima kuasa dari Radana melakukan pendekatan persuasif melalui mediasi dan edukasi kepada karyawan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas lapangan sekaligus memastikan proses berjalan sesuai koridor hukum.
Direktur Asset Recovery and Litigation Matacon and Partners, Sarlun Sauala, SH, CLAD, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan lapangan.
“Kami mengedepankan komunikasi yang baik agar tidak terjadi eskalasi konflik. Edukasi dan mediasi menjadi kunci dalam situasi seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ibnu Setiawan Safitri, SH, dari pihak Radana yang berada di lokasi untuk penanganan awal pengamanan unit, bahkan harus menginap dua hari di mess tambang demi memantau situasi sebelum akhirnya keluar demi pertimbangan keamanan.
Karyawan Akhirnya Kooperatif
Setelah melalui proses komunikasi intensif, para karyawan mulai menunjukkan sikap kooperatif. Tak hanya mengizinkan unit dikeluarkan, mereka bahkan menyampaikan harapan agar Matacon and Partners dapat membantu memperjuangkan hak-hak mereka serta menjadi pendamping hukum dalam permasalahan yang dihadapi.
Pada 19 Maret 2026, unit alat berat yang menjadi objek pembiayaan berhasil dikeluarkan dari area site, meskipun masih berada di wilayah Langgikima sebagai tahap awal pengamanan sebelum proses pengiriman lanjutan.
Proses pengeluaran unit tersebut turut diketahui oleh penanggung jawab operasional PT Hillcon Jaya Sakti, Edianto Dasopang. Pihak operasional disebut tak dapat berbuat banyak mengingat situasi lapangan yang sebelumnya diwarnai aksi demonstrasi karyawan.
Rencana Selanjutnya
Unit-unit tersebut rencananya akan dibawa menuju pool Smart Bid di Kendari untuk proses penanganan lanjutan sesuai dengan ketentuan pembiayaan.
Peristiwa ini menjadi contoh bahwa pendekatan hukum yang dipadukan dengan strategi komunikasi lapangan yang tepat mampu meredam konflik dan menjaga proses pengamanan tetap berjalan kondusif dan terukur. (SS).