Mataconews – Pemerintah terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih modern dan berkelanjutan. Kali ini, langkah signifikan diambil oleh Menteri Agama dengan mengumumkan transformasi budaya kerja baru di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam pernyataannya, Menteri Agama menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya bertujuan menjaga produktivitas, tetapi juga memberikan ruang kontribusi nyata bagi ketahanan ekonomi bangsa.
Baca juga : Menteri Agama mendukung pembatasan penggunaan digital
“Mulai Jumat pekan ini, insyaallah kita akan menerapkan work from home (WFH),” ujar Menteri Agama.
Ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di mana pun berada untuk menjalani kebijakan ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Work From Home, Bukan Sekadar Bekerja dari Rumah
Menurut Menteri Agama, kebijakan WFH yang akan diterapkan bukan sekadar bekerja dari rumah, melainkan sebuah cara baru dalam bekerja yang lebih adaptif dan efisien.
“Tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Di mana pun kita berada, pelayanan kepada umat harus tetap hadir, mudah diakses, dan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi, penguatan koordinasi, serta perhatian khusus kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Membangun ‘Rumah Baru’ bagi Budaya Kerja
Lebih lanjut, Menteri Agama menyebut bahwa saat ini mereka sedang membangun “rumah baru” — sebuah cara kerja yang lebih bidang, seimbang, dan permanen.
Dari ruang kerja Kementerian Agama, ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk bersama-sama menjalankan transformasi ini.
“Kita mulai dengan cara baru, dan insyaallah dengan kebaikan, Allah akan meridhoi dan memberkati perjuangan kita,” pungkasnya. (A)