
Seorang ilmuwan, berusaha menyayat nyayat manusia dalam laboratorium penelitiannya, dan di temukanlah sebuah definisi tentangnya, “bahwa manusia adalah makhluk sosial”. Dan teori itu pun perlahan di kembangkan menjadi suatu ilmu sosial, seperti sosiologi hukum, sosiologi ekonomi, sosiologi budaya, dan seterusnya. Misalnya, bagaimana pengaruh ekonomi terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam sosiologi Islam, dikenal dan sangat dianjurkan untuk merealisasikan, “bahwa sebaik baik umat (Islam) ialah yang mampu memberikan manfaatnya pada kehidupan sosial masyarakat “. Fenomena sosial itu pun berkembang dan diterjemahkan kedalam bahasa bahasa lainnya, seperti dalam bentuk suatu lembaga lembaga sosial ( non government organisation). Organisasi sosial itu, dilahirkan dalam kerangka membangun komunikasi atau kerjasama antara lembaga pemerintah dengan lembaga non-pemerintah untuk mewujudkan kehidupan sosial kebangsaan dapat lebih baik lagi untuk mewujudkan suatu negara yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
ENDRI BRINUS
Untuk tingkat nasional, sosok Endri, belumlah dikenal secara akrab. Namun, dirinya, akrab dikalangan organisasi non pemerintah, terutama di jakarta. Pria kelahiran Kwitang, Senen, Jakarta pusat itu, memiliki kemampuan dalam berorganisasi. Konsistensi dan kesabarannya dalam berorganisasi disejumlah lembaga organisasi kepemudaan itu, telah mengantarkannya menjadi Ketua umum DPP ormas BRINUS (Brigade Nusantara).
Pria yang lahir dari keluarga tentara itu, tidaklah ujug ujug menjadi Ketua umum DPP BRINUS, melainkan ada proses jejak yang panjang. Kegiatan organisasi kepemudaan itu, di mulainya dari bawah, menjadi ketua karang taruna tingkat RW, hingga mendukung posisi penting dalam struktur organisasi kepemudaan lembaga pemerintah, menjadi pengurus KNPI tingkat provinsi DKI Jakarta.
Jika membaca istilah Brigade, teringat dengan kegiatan di ketentaraan. Dan hal itu adalah berhubungan jika menilik sejarah lahirnya istilah tersebut.
Brigade adalah istilah yang berasal dari bahasa Perancis, “brigade”, yang berarti “kelompok” atau “tim”. Dalam konteks militer, brigade adalah satuan militer yang terdiri dari beberapa batalyon atau resimen, biasanya dipimpin oleh seorang brigadir jenderal atau kolonel.
Dalam konteks lain, brigade dapat juga merujuk pada: Kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu ; Kelompok relawan ; Kelompok orang yang bekerja sama untuk membantu masyarakat atau organisasi ; dan kelompok orang yang bekerja sama untuk menyelenggarakan acara atau kegiatan.
Endri Hendra, memiliki program kerja, membangun warung waralaba bernama “ Brinus Mart”. Program itu dirancangnya, untuk membangun ekonomi kerakyatan, terutama rakyat Jakarta. Bagaimana program itu, dapat di realisasikannya? Tentu saja bukan pekerjaan mudah, melainkan dibutuhkan kerja keras bersama dalam organisasi yang dipimpinnya. (Aswin/Mataconews).
