
Fenomena penerima bantuan sosial yang terekam menggunakan perhiasan emas memicu perdebatan publik. Banyak pihak mempertanyakan akurasi data penerima bansos dan menuntut evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Program kementerian sosial, terkait dengan sejumlah pemberdayaan sosial, terutama program bantuan sosial BPNT (Bantuan pangan non-tunai) , atau bantuan sembako, berupa beras dua puluh kilogram telah di distribusikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM), di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Jakarta, terutama diwilayah Kelurahan Harapan mulia, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pendistribusian bantuan sosial itu, dilakukan di Kelurahan Harapan mulia, yang mencakup sembilan RW, 13, November 2025, sekitar pukul delapan pagi, hingga sore hari. Para penerima manfaat itu, terlihat sumringah dan bahagia dengan bergulirnya bantuan pangan tersebut. Apalagi terdapat penambahan kuantitas sembakonya, berupa dua buah kantong kemasan mintak sayur, masing-masing berisikan dua liter.
Namun, ditengah tengah proses pendistribusian pangan itu, sempat terdengar suara riuh didalam ruangan, lantaran ada salah seorang penerima manfaat itu, menggunakan perhiasan emas.
Fenomena itu, memberikan suatu sinyal implisit kepada pemerintah pusat, terutama Kemensos ; Apakah bantuan sosial itu, sudah tepat sasaran, dan melalui verifikasi di lapangan ? Pemerintah, sudah seyogyanya memberikan penjelasan yang cerdas dan rasional kepada publik luas, lantaran terkait dengan dana APBN.(Aswin/mataconews).
