
Pengamanan aset excavator milik PT Caterpillar
Kaltim. Proses pengamanan aset excavator milik PT Caterpillar Finance Indonesia di Kalimantan Timur yang melibatkan CV Rachmat Mandiri dilaksanakan melalui pendekatan dialog dan edukasi, sehingga seluruh tahapan berjalan kondusif tanpa upaya paksa.
Kepada Mataconews, perwakilan PT Matacon Trans Sinergi Wilayah Kalimantan Timur (Matacon Kaltim) menyampaikan bahwa sejak awal tim di lapangan mengedepankan komunikasi langsung dengan pihak terkait untuk menjelaskan posisi hukum, kewajiban pembiayaan, serta mekanisme penyelesaian yang tersedia.“Kami dari Matacon Kaltim membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan hukum secara terbuka. Dengan pendekatan ini, proses pengamanan aset dapat dilakukan secara tertib dan aman,” ujar perwakilan Matacon Kaltim
Dalam proses tersebut, pengamanan aset turut didampingi tim hukum PT Matacon Trans Sinergi yang dipimpin Martinus M., S.H.,M.H., C.T.A., selaku advokat. Ia menjelaskan bahwa pendekatan persuasif penting untuk menjaga situasi lapangan tetap kondusif serta memastikan proses berjalan sesuai koridor hukum.“Dialog membantu semua pihak memahami posisi hukumnya masing-masing. Dengan pemahaman yang sama, proses pengamanan aset dapat dilakukan tanpa konflik,” kata Martinus.

Pengamanan alat berat excavator di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: Mataconews
Sementara itu, pihak CV Rachmat Mandiri menyampaikan respon positif terhadap pendekatan yang dilakukan. Mereka menyatakan memahami dasar hukum pengamanan aset serta memilih bersikap kooperatif dalam penyelesaian kewajiban pembiayaan.
Menurut pihak CV Rachmat Mandiri, penjelasan yang disampaikan di lapangan membantu memberikan kejelasan mengenai hak dan kewajiban para pihak, sehingga proses pengamanan aset dapat diterima sebagai bagian dari mekanisme yang sah dan sesuai ketentuan. Pelaksanaan pengamanan excavator di Kalimantan Timur ini menunjukkan bahwa penyelesaian pembiayaan alat berat dapat ditempuh melalui komunikasi yang baik dan pemahaman hukum, tanpa harus menimbulkan ketegangan di lapangan.
(am/mataconews)
