MATACONEWS -Jakarta.Perbuatan korupsi dan para koruptor di negeri ini, tampaknya tidak takut di penjara, dan berani dilakukannya secara tertutup maupun terbuka. Seakan korupsi itu adalah suatu perbuatan yang dilakukan secara rasional, hitung hitungan matematis, baik dari aspek hukum maupun keuntungan materi yang didapatkannya
Pejabat Baru Dilantik
Pejabat lembaga anti rasuah, KPK, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan telah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di direktorat jenderal bea dan cukai kementerian keuangan. Dan diketahui, pejabat tersebut bernama Rizal, seorang yang baru dilantik sekitar seminggu lalu, oleh seorang Menteri Keuangan, Purbaya, sebagai kepala kantor wilayah direktorat jenderal pajak bea dan cukai, Sumatera bagian barat.
Sebagaimana diketahui, pejabat DJBC, Rizal, dilantik oleh Menteri Purbaya, pada tanggal 28 Januari 2026. Namun demikian, dalam operasi tangkap tangan KPK, status Rizal, terkait dengan jabatan fungsional lamanya, sebagai direktur Penindakan dan penyidikan DJBC.Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap total 17 orang dan menetapkan 6 orang sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup.
Baca juga : Antroposentris, korupsi pejabat Indonesia
Menurut keterangan Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu , Kamis, 5 Februari 2026, di kantor KPK, Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi suap dan penerimaan lainnya (gratifikasi) di lingkungan Dirjen Bea dan Cukai tersebut, maka KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan serta menetapkan 6 (enam) orang sebagai tersangka.”Saudara RZL (Rizal) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai dengan Januari 2026,” demikian paparnya.
Selain Rizal, tersangka lainnya adalah Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando Hamonangan.
Kemudian, ada juga tersangka dari pihak swasta antara lain pemilik PT Blueray bernama John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR Andri, dan Manajer Operasional PT BR Dedy Kurniawan.
Logam Mulia dan Jam Tangan Mewah
KPK juga mengamankan barang bukti dari kediaman Pejabat DJBC Kemenkeu Rizal dan Orlando, serta Pemilik PT Blueray John dengan total senilai Rp40,5 miliar, seperti :
a. Uang tunai dalam bentuk rupiah sejumlah Rp1,89 miliar;b. Uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat sejumlah US$182.900;c. Uang tunai dalam bentuk dolar Singapura sejumlah Sin$1,48 juta;d. Uang tunai dalam bentuk Yen Jepang sejumlah JPY550.000;e. Logam mulia seberat 2,5 kg atau setara Rp7,4 miliar;f. Logam mulia seberat 2,8 kg atau setara Rp8,3 miliar;g. 1 jam tangan mewah senilai Rp138 juta.(A/Mataconews)

2 thoughts on “BARU DILANTIK MENTERI PURBAYA, PEJABAT BEA CUKAI KENA OTT KPK”