
HTC Taiwan, meluncurkan teknologi terbarunya, kacamata pintar/ gambar: Ilustrasi
Mataconews – Ilmu pengetahuan dan teknologi kian pesat berkembang, tanpa bisa dikendalikan. Teknologi ai, hasil terapan dari ilmu pengetahuan itu, semakin bersaing di pasar global, tak terkecuali teknologi kacamata pintar yang diluncurkan oleh HTC
HTC produk teknologi asal Taiwan telah meluncurkan kacamata pintar bernama VIVE Eagle AI di Hong Kong. Strategi platform terbuka akan membantunya merebut pangsa pasar global dalam kategori yang didominasi oleh Meta, yang menguasai pasar hampir tiga perempat dari pengiriman global.Kacamata ini, yang dihargai HK$3.988 ($512), memungkinkan pengguna untuk memilih antara beberapa model AI termasuk Gemini dari Google dan ChatGPT dari OpenAI, berbeda dari kompetitor yang mengandalkan sistem proprietary.
HTC berencana untuk ekspansi ke Jepang dan Asia Tenggara pada kuartal pertama 2026, diikuti oleh Eropa dan Amerika Serikat di akhir tahun.
HTC menekankan pada privasi dan keamanan data sebagai pembeda utama dari pesaingnya , terutama Meta, yang telah menghadapi pengawasan ketat atas cara perusahaan tersebut menggunakan data pelanggan untuk menggerakkan alat AI di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Huang mengatakan HTC tidak menggunakan data pengguna untuk melatih model AI-nya.
Strategi Asia-first perusahaan mencerminkan pertimbangan desain regional, dengan Huang mencatat bahwa banyak kacamata pintar dibangun berdasarkan “bentuk Barat” yang mungkin tidak cocok untuk pengguna Asia. Kacamata tersebut awalnya diluncurkan di Taiwan pada bulan September sebelum diperluas ke Hong Kong bulan ini.
Persaingan semakin intensif di seluruh sektor. Raksasa teknologi China, Alibaba mulai menjual kacamata AI Quark-nya pada bulan November, dengan harga mulai dari 1.899 yuan ($268), sementara Google mengumumkan rencana untuk meluncurkan kacamata pintar bertenaga Gemini pada tahun 2026.
Sumber berita : HTC bets its open AI strategy to drive smartglasses sales
