MATACONEWS. Dalam forum Prospektif Perekonomian Indonesia 2026 (Indonesia Economic Outlook 2026), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, optimis dengan perekonomian Indonesia kedepannya. Indonesia akan bangkit ekonominya dari bawah hingga ke atas, dan akan mampu menjadi negara yang mandiri, berdiri di kakinya sendiri.
“Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar yang luar biasa bagi kita. Kita bersyukur pendiri-pendiri bangsa kita, pejuang-pejuang bangsa kita mewariskan kepada kita satu Nusa, satu bahasa, satu kebangsaan kita bersyukur bahwa kita majemuk, kita terdiri dari berbagai ratusan kelompok etnis kita terdiri dari ras-ras yang berbeda kita terdiri dari penduduk yang punya agama-agama besar yang berbeda tapi kita bisa bersatu kita bisa bersatu dalam usaha bersama mencari kehidupan yang lebih baik saya ingatkan bahwa tugas kita bernegara adalah mencari kehidupan yang lebih baik untuk rakyat kita tugas dan tanggung jawab setiap pemerintah di setiap negara di seluruh dunia adalah untuk bekerja, berjuang, untuk memberi kehidupan yang layak bagi rakyatnya. kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, “demikian ungkap presiden Prabowo Subianto, di depan sejumlah pejabat publik dan rakyat Indonesia.
60 Juta Penerima Manfaat per-Hari, setara dengan penduduk Afrika Selatan
Presiden Republik Indonesia itu, berkeyakinan dan akan berusaha membangun Indonesia, menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan mandiri, terutama dalam konteks perekonomian nasional. Dan perekonomian Indonesia, sudah mulai memperlihatkan hasil yang signifikan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan Presiden Prabowo Subianto, memberikan ilustrasi dan analogi yang menarik dari program MBG itu. Yakni setara dengan memberikan makanan bergizi gratis kepada penduduk negara Afrika Selatan. Dan berikut petikannya :
“Bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun. Saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah beberapa gubernur, beberapa bupati sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita, mereka mengatakan di tingkat mereka bahwa konsumsi rumah tangga meningkat tadi dibenarkan, saya beberapa hari lalu ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan, rombongan apindo datang ke saya dipimpin oleh ketua umumnya, datang ke saya 23 orang, mereka laporan ke saya bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat dan mereka mengatakan, yang mengatakan mereka pelaku bisnis, mereka mengatakan bahwa mereka merasakan bahwa MBG makan bergizi gratis telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga ini dan mendorong pertumbuhan di desa-desa, di kecamatan-kecamatan, di lapisan yang paling bawah dari ekonomi kita dan disinilah, dari sinilah, dari lapisan paling bawah Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis kalau saya percaya bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini, kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa, itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita, itu yang saya tekankan saudara-saudara sekalian saudara-saudara sekalian, para kepala daerah melaporkan, di daerah-daerah mereka sudah melihat kemiskinan menurun, mereka sudah merasakan pengangguran terbuka menurun, mereka juga melihat tren bahwa jumlah orang bekerja meningkat, mereka juga menghitung rasio gini dalam tren menurun saudara-saudara sekalian, dari makan bergizi gratis program kita saja, hari ini kita telah mencapai 60 juta 200 ribu penerima manfaat anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil dan orang tua, lansia yang hidup sendiri dan tidak ada yang membantu 60 juta 200 ribu, tiap hari kita beri makan, kalau dihitung berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan tiap hari”.
Presiden Prabowo Subianto, pun sangat berkeyakinan, bahwa dari program kerja nasional, MBG, akan mampu membuka dan mendongkrak lebih terbuka lagi angka pengangguran terbuka, serta perekonomian para nelayan dan petani, akan tumbuh secara signifikan, termasuk industri industri lainnya, yang terkait dengan program kerja nasional MBG.
Lebih Dari Satu Juta Lapangan Kerja Baru Dari Program MBG
“Saya baru meresmikan SPPG Polisi, nanti yang selesai jumlahnya akan lebih dari 1.100, saya lihat dan saya kagum dengan kualitasnya dan saya percaya, saya sudah ber laporan dari kepala BGN di tempat-tempat lain juga sudah seperti itu, alat-alat yang kita produksi dari dalam negeri juga sudah cukup canggih untuk menjamin kebersihan air, menjamin kebersihan food tray, dan selanjutnya juga mengatur limbah daripada MBG ini jadi saudara-saudara, MBG ini hari ini sudah mencapai 23,000 lebih dapur, 23,000 lebih dapur SPPG pada puncaknya ini akan sampai 82 juta lebih penerimaan manfaat, pada ujungnya akan mencapai lebih dari 30,000 dapur dan tiap dapur mempekerjakan 50 orang, dari MBG saja sekarang sudah lebih dari 1 juta orang bekerja, di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari tapi tiap dapur akan menimbulkan dan sudah menimbulkan 5 sampai 10 pemasok, supplier, masing-masing pemasok punya 3, 4, 5 petani yang bekerja ekonomi di desa hidup, petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu, semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin, ini menimbulkan ekonomi dari bawah para kepala daerah melaporkan bahwa mereka merasakan dinamisme dari bawah.
Desa Nelayan Dan Koperasi Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto, akan berusaha mewujudkan komitmennya terhadap rakyat Indonesia, terutama pada kehidupan para nelayan di Indonesia.
“Kita juga sudah mulai membangun desa-desa nelayan, desa nelayan tahun 2026 ini akan mencapai 1000 desa nelayan tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada yang 300, 500, ada yang sampai 2000 nelayan yang selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian, mereka kadang-kadang belum tidak bisa punya es tidak ada pabrik es di desa mereka, mereka sulit dapat solar, mereka sulit untuk dapat akses ke pasar ini kita rubah, kita totalnya dalam 4 tahun mendatang kita akan membangun 5000 desa nelayan tiap desa nelayan kita akan membangun pabrik S, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan dan ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisir dalam kooperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah. Ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi hand out, yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita sudah bertahun-tahun, nanti desa-desa itu kita beri kebebasan, kalau dia mampu kita akan permudah akses kepada ekspor, dia bisa ekspor langsung kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung, kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar dan mereka akan menghasilkan protein dalam kondisi yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia demikian juga saudara-saudara ini sudah hampir 100 sudah jadi di berbagai titik dan target kita 2026 ini akan sampai 1000 dan selanjutnya total sampai 2029 target kita adalah 5000 desa nelayan yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu tapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka, kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun 11-12 tahun yang tidak ada masalah karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun itu pun sering minta restrukturisasi, saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan saya pernah jadi pengusaha juga saya pun pernah minta restrukturisasi dengan kata lain lebih sederhana minta belas kasihan perpanjangan untuk kembali benar atau tidak mana menteri-menteri pengusaha kalau pengusaha besar boleh dikasih haircut, apalagi haircut bagi, enaknya sendiri haircut masa nelayan-nelayan kita tidak kita berdayakan, belum pernah mereka dapat kesempatan ini banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil sekarang kita hadir kita memberi harapan ke depan sama juga dengan kooperasi merah putih yang akan kita bangun dan sudah mulai sebentar lagi kemungkinan saya dapat laporan mungkin dalam 1-2 bulan ini sudah akan beroperasi beberapa ratus kooperasi yang koperasinya sudah hampir berdiri adalah 30 ribu kooperasi 30 ribu gudang, tiap kooperasi punya gudang, punya cold storage, punya gerai-gerai disitu akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai, akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir, kita akan beri bunga yang sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran dan ini semua anggaranya dari mana, anggarannya sudah ada karena 10 tahun kita sudah beri dana desa kepada desa-desa kita, 10 tahun sudah kita berikan dan sekarang kita akan mengarahkan selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum karena tidak dapat bertanggung jawab dengan baik penggunaan dana tersebut, “demikian paparan Outlook Presiden Prabowo Subianto, dalam Acara kegiatan perekonomian nasional, “Indonesia Economic Outlook 2026. (A).
