Cara paling aman membaca posisi sebuah negara di panggung internasional bukan dari tafsir, melainkan dari dokumen resmi yang diterbitkan forum-forum dunia. Dalam rentang 2022 hingga Januari 2026, beberapa dokumen dari ASEAN, G20, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi rujukan penting untuk menelusuri bagaimana Indonesia menempatkan diri dalam dinamika global.
Di kawasan, rujukan yang paling sering dibicarakan adalah kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang diterbitkan ASEAN pada 2019. Dokumen ini berfungsi sebagai salah satu pijakan pembacaan isu Indo-Pasifik di tingkat regional. Rujukan kawasan lainnya adalah Chairman’s Statement of the 43rd ASEAN Summit bertanggal 5 September 2023, yang memuat rangkuman pembahasan para pemimpin ASEAN dalam KTT tersebut.
Di level global, G20 Bali Leaders’ Declaration (15–16 November 2022) menjadi salah satu dokumen yang kerap dipakai untuk melihat isu-isu besar yang dibahas para pemimpin dunia, mulai dari ekonomi hingga stabilitas internasional, pada periode yang sama.
Sementara pada forum PBB, salah satu arsip yang dicantumkan dalam pembacaan dokumen adalah catatan sidang resmi Majelis Umum A/ES-11/PV.19 bertanggal 23 Februari 2023, bagian dari Official Records Sesi Darurat Khusus Ke-11 terkait Ukraina.
Dari sisi nasional, pembacaan konteks kebijakan luar negeri Indonesia juga bisa ditopang oleh dokumen resmi pemerintah. Salah satu yang dicantumkan sebagai rujukan adalah Transkrip Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI Tahun 2025 bertanggal 9 Januari 2025.
Catatan Penulis: Artikel ini disusun oleh Amin Mujito, mahasiswa Program Magister Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), berbasis pembacaan dokumen publik.
