Mataconews – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara soal polemik ijazah yang membelit Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam pernyataannya, JK justru menyoroti kerugian sosial dan biaya besar yang ditimbulkan oleh kasus yang sudah berlangsung 2–3 tahun terakhir.
JK mengaku heran mengapa persoalan ini tak kunjung usai. Menurutnya, solusinya sangat sederhana.
Baca jiga : Jusuf Kalla, kritik kebijakan politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
“Sebenarnya sederhana persoalannya. Karena Pak Jokowi yakin bahwa punya ijazah asli, ya sudah, stop perkara ini dengan cara Pak Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya,” ujar JK.
Pria yang akrab disapa JK itu menekankan bahwa kasus ini tidak hanya merugikan Jokowi secara pribadi, tetapi juga merugikan waktu, biaya negara, dan memecah belah masyarakat.
“Rugi waktu, rugi puluhan miliar untuk pengacara, waktu saya juga hilang karena dilibatkan padahal tidak dilibatkan. Ini terjadi perpecahan di masyarakat, saling maki di TV. Harkat sosial kita terganggu,” tegasnya.
JK pun mengajak agar polemik ini diselesaikan secara dewasa. Ia optimistis Jokowi sebagai mantan presiden pasti tidak ingin masyarakat terus terpecah karena persoalan kecil seperti ini.
“Daripada tumbuh terus kerugian bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, lebih baik selesai bulan ini. Tunjukkan ijazah, selesai. Saya yakin Pak Jokowi mengerti kerugian sosial kita,” pungkasnya.
Meski pernyataan JK terkesan menantang, banyak pihak menilai bahwa usulan JK justru bentuk pengakuan terhadap kekuatan politik Jokowi. Sebab, menurut analis, jika Jokowi benar-benar menunjukkan ijazahnya, maka kasus ini akan langsung tamat dan tidak bisa lagi dijadikan alat politik oleh pihak mana pun. (A).
Menyikapi fenomena politik dan kekuasaan dimasa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Kabinet, Teddy Indra…
Fenomena perbankan milik pemerintah (HIMBARA), terutama BRI, diduga telah merugikan nasabah kecil, dengan kebijakan baru…
Fenomena politik nasional yang relatif memanas, telah membuat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian…
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengingatkan kepada publik tanah air tentang program pemerintah, yakni…
Tokoh Nasional dan juga tokoh Islam, Muhammad Natsir, berbicara tentang kritik terhadap pemerintahan yang berkuasa…
Dalam temu pimpinan pejabat negara, Presiden Prabowo Subianto, memanggil Menteri Bahlil Lahadalia, mengingatkan agar mencabuli…