
JAKARTA. Mataconews- Perpustakaan Nasional di jalan Merdeka, Jakarta pusat, tak seperti biasanya, mendapatkan perhatian publik luas. Tidak hanya sejumlah rombongan guru dan murid, melainkan juga para undangan peserta Talk Show Peluncuran Buku Mahkamah Konstitusi, Rabu, 17 Desember 2025.
Kegiatan itu, yang direncanakan berlangsung pada pukul 8.30. pagi, menyesuaikan waktunya, mundur menjadi pukul 10 pagi, lantaran sejumlah pengisi acara, belum terlihat kehadirannya. Sementara para peserta undangan sudah mengisi kursi ruangan auditorium di dalam, sejak pukul 08.00. pagi. Para undangan peserta yang hadir adalah dengan latar belakang profesi yang berbeda, mulai dari mahasiswa, pegawai ASN dari kejaksaan, kehakiman, wartawan, dan umum, selain dari pegawai perpustakaan nasional.
JALAN KELUAR BERBEDA

Peluncuran buku Literasi Mahkamah Konstitusi itu, di hadiri sejumlah tokoh hakim mahkamah konstitusi. Antara lain: Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, Asrul Sani, Arief Hidayat, dan lainnya. Hakim Mahkamah Konstitusi, Prof.Dr. Arief Hidayat. SH, dalam sambutannya, mewakili ketua dan wakil Ketua, Prof.Dr. Sadil Isra. SH, menyampaikan, bahwa hanya dirinya, yang belum sempat menulis buku. Dan dirinya pun menambahkan, bahwa akan meluncurkan sekitar tujuh buah buku sekaligus memasuki pensiunnya
Peluncuran buku di Perpustakaan Nasional itu, sengaja dipilih oleh lembaga Mahkamah Konstitusi, lantaran Perpustakaan Nasional merupakan simbol dari Kecerdasan dan Kebudayaan Nasional.
Sepanjang jalan memasuki ruang kegiatan, terungkap sejumlah buku karya penulis dari staff Mahkamah Konstitusi, dengan judul yang berbeda. Dan para penulis buku itu, sebahagian besar adalah anak anak berusia muda yang berkerja di Lembaga Mahkamah Konstitusi, bergelar S3, Doktor.
Dalam sambutannya, Arief Hidayat, menyampaikan pesan-pesan pengalamannya sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi, terutama dalam sidang sengketa suara pilpres sebanyak tiga kali. Ia, mengungkapkan secara eksplisit, bahwa Lembaga Mahkamah Konstitusi adalah bagian dari pilar pilar demokrasi dalam menjaga demokrasi supaya berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Yakni, memastikan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah di amanatkan konstitusi.
Dalam kesempatan itu juga, Arief Hidayat, menyampaikan kata kata bersayap, yang dibalut dengan nada khas humorisnya: “ Saya berjalan menaiki panggung ini, melalui anak tangga sebelah kiri. Dan saya akan berjalan keluar melalui anak tangga sebelah kanan, biar rezeki tetap dapat mengalir”. Kata katanya itu pun disambut riuh oleh undangan peserta, yang memenuhi kursi, dan bahkan hingga kursi balkon diatas gedung auditorium, sebagai bentuk apresiasi terhadap seorang hakim mahkamah konstitusi, bernama Arief Hidayat, yang akan segera memasuki usia pensiun.
Kegiatan peluncuran buku Literasi Mahkamah Konstitusi, di Perpustakaan Nasional, selain dilakukan secara offline. Ia juga di siarkan secara on-line melalui zoom dan platform digital Channel YouTube, sehingga publik yang tak sempat hadir di lokasi dapat hadir menyaksikan dan berpartisipasi aktif melalui media on-line tersebut. (As/mataconews)
