
Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah, Ali Mukti. Foto: merdeka.com/ilustrasi
Pendidikan nasional. Pendidikan berkualitas untuk semua rakyat Indonesia, untuk membangun Indonesia emas. Pendidikan secara tidak langsung, pendidikan mencakup transmisi, atau penyampaian pesan. Dan transmisi menunjukkan aksi timbal balik antara dua pihak. Pihak pihak yang terlibat ialah generasi muda dan generasi tua, warisan kebudayaan. Yakni, sejauh mana generasi muda itu memerlukan generasi tua untuk membantu menemukan dirinya.
Menteri pendidikan, Alii Mukti, mengungkapkan, bahwa untuk program perbaikan pendidikan, atau revitalisasi pendidikan, telah menggelontorkan anggaran sebesar 16 triliun, dalam upaya proses merealisasikan hasta cita Presiden Prabowo Subianto, mengenai pendidikan berkualitas yang berwawasan pada ilmu dan teknologi (science and technology). Beliau juga mengungkapkan, telah melakukan kerjasama dengan kementerian desa, dalam rangka menciptakan satu desa satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dalam kesempatan itu juga, Menteri Ali Mukti, mengajak para profesor untuk masuk mengelola PAUD. Mengelola PAUD adalah suatu bentuk pekerjaan yang relatif sangat menantang. Bahkan Menteri Ali Mukti, mengungkapkan di ruang publik Dies Natalis, Universitas Makassar, bahwa setelah pensiun, dirinya akan membuka dan mengelola PAUD. (Aswin/mataconews).
