MATACONEWS-JAKARTA. “ Saya berdiri disini bukan sebagai Ketua Badan Pengurus Harian. Saya itu posisinya sekarang masih Ketua Formatur, “ demikian ungkap Arie Batubara, dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Arie Batubara, yang didaulat menjadi Ketua Musyawarah Kesenian Jakarta (MKJ), memperkenalkan struktur kepengurusan MKJ periode 2026-2030.
Antara lain : Majelis Kehormatan, Akhlis Suryapati Ketua Merangkap Anggota ; Kurnia Effendi Ketua Merangkap anggota ; Atin Chiisana Wakil Ketua Merangkap Anggota ; Dery Sirna ; dan Imam Ma’arif. ‘ Wilayah operasi MKJ, meliputi edukasi, publikasi, monitori, aplikasi, fasilitasi, promosi, kolaborasi, “ tutur Arie, menambahkan.
Kegiatan peresmian susunan Pengurus MKJ, periode 2026-2030 itu, Selasa, 10 Febuari 2026 itu, diisi dengan sejumlah tarian tradisional, musik, teater, pembacaan puisi, dan orasi budaya. Kegiatan yang terkesan formal, seketika menjadi cair, penuh canda tawa, yang dibawakan oleh pembawa acara Nuyang dan Imam Ma’arif.
Menyesuaikan dengan Tema Pemerintah, MKJ pun ikut mendorong Jakarta, sebagai kota global. Terkait dengan tema tersebut, budayawan Sastro, menantang kerja MKJ, dalam menyikapi fenomena global yang cenderung berwawasan ekonomi. Menurutnya, kota global itu, akan lebih memberdayakan kesenian yang mampu memberikan keuntungan ekonomi, dan bukan sebaliknya.
Salah seorang undangan yang hadir, mempertanyakannya kerja dan kinerja MKJ sebelumnya, yang tidak terlihat di ruang publik. “Apakah hanya sebatas kegiatan simbolik semata lahirnya wadah kesenian bernama MKJ, “demikian ungkap kegelisahan seorang undangan, yang juga mantan wartawan foto media nasional, Joel.
Kegelisahan salah seorang Penggiat kesenian dan kebudayaan itu, seyogyanya segera disikapi secara arif, dan dijabarkan dalam bentuk program kerja konkret. Karena suatu wadah yang sudah di publish di ruang publik, sudah sepatutnya dapat memberikan akses informasi kepada publik, terutama terkait dengan program program kerja yang telah, sedang, dan akan dikerjakan.
