Mataconews – Presiden Prabowo Subianto menyoroti perilaku sebagian masyarakat yang enggan bekerja sama, namun paling vokal dalam mengkritik program pembangunan pemerintah.
Dalam sambutannya baru-baru ini, Presiden mengingatkan bahwa kritik tanpa kontribusi bukanlah hal baru dalam sejarah bangsa.
“Kamu bikin jembatan, ya saya goblok. Tapi rakyat desa minta jembatan, ya saya bangun,” tegas Prabowo, mengibaratkan bahwa tetap melayani rakyat meski harus menerima hinaan adalah konsekuensi kepemimpinan.
Ia juga mengaitkan fenomena ini dengan sejarah perjuangan bangsa. “Dulu saat dijajah, selalu ada saudara kita sendiri yang mempermudah bangsa asing. Ini biasa, bukan fenomena baru,” ujarnya.
Baca juga : Muhammad Natsir, kritik pemerintah adalah fardhu ain
Lebih lanjut, Kepala Negara menyebut bahwa sifat iri, dengki, syirik, dendam, dan kebencian adalah bagian dari dinamika manusia. “Kalau kita difitnah, dihujat, anggap saja sebagai peringatan agar kita lebih waspada,” pesannya.
Dengan gaya khasnya, Prabowo bahkan menyindir dirinya sendiri, “Kalau ada yang bilang Prabowo bodoh, ya saya harus waspada. Saya harus kumpulkan orang-orang pintar untuk bantu saya.”
Pesan moral yang ingin disampaikan: Kritik itu perlu, namun yang lebih penting adalah kemauan untuk ikut membangun negeri, bukan sekadar menjadi penonton yang sibuk menyalahkan. (A).
Menyikapi fenomena politik dan kekuasaan dimasa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Kabinet, Teddy Indra…
Fenomena perbankan milik pemerintah (HIMBARA), terutama BRI, diduga telah merugikan nasabah kecil, dengan kebijakan baru…
Sempat disebut sebut di ruang publik, dirinya diduga membiayai ongkos politik bergulirnya Isyu ijazah palsu…
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengingatkan kepada publik tanah air tentang program pemerintah, yakni…
Tokoh Nasional dan juga tokoh Islam, Muhammad Natsir, berbicara tentang kritik terhadap pemerintahan yang berkuasa…
Dalam temu pimpinan pejabat negara, Presiden Prabowo Subianto, memanggil Menteri Bahlil Lahadalia, mengingatkan agar mencabuli…