Isra’ Mi’raj dimaknai sebagai perjalanan kenaikan kesadaran dan tanggung jawab—dari realitas bumi yang sarat persoalan menuju batas tertinggi integritas dan amanah. Ia bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan simbol pemurnian niat, penguatan etika, dan pendewasaan kuasa.
Dalam perspektif sempit MATACON, dipahami sebagai perjalanan profesional yang berangkat dari kenyataan lapangan yang keras dan kompleks, lalu naik menuju standar hukum, etika, dan profesionalisme yang lebih tinggi. Setiap tindakan tidak berhenti pada hasil, tetapi diarahkan pada pertanggungjawaban dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.Makna Isra’ bagi MATACON adalah keberanian hadir di realitas nyata—bekerja langsung, membumi, dan menyelesaikan persoalan secara faktual. Mi’raj dimaknai sebagai kenaikan kualitas: dari sekadar eksekusi menuju tata kelola yang sah, rapi, dan bermartabat serta menjadi simbol batas tertinggi integritas, di mana kekuatan dibatasi oleh hukum, kewenangan dijaga oleh nurani, dan keberhasilan diukur dari manfaatnya.
Hikmah puncaknya adalah disiplin amanah: konsistensi prosedur, kepatuhan hukum, dan komitmen kerja yang berkelanjutan. Dengan demikian, MATACON menegaskan dirinya sebagai organisasi yang kuat namun tahu batas, tegas namun bermartabat, serta menjadikan profesionalisme sebagai tanggung jawab yang dijalankan terus-menerus, bukan sekadar slogan.Execution yang bermoral.Hukum yang bertanggung jawab.Kekuatan yang tahu batas.By : Ir. Amin Mujito, ST, SH,CLA

1 thought on “RENUNGAN DI ISRA MI’RAJ”