MATACONEWS – Jakarta – Polemik antara pengamat kebijakan publik Rismon Sianipar dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo kian memanas. Rismon angkat bicara setelah dirinya dituduh sebagai “pengkhianat” dan “pengecut” oleh Roy Suryo dan rekan sejawatnya, Tipah. Dalam pernyataan tegasnya, Rismon justru menuding balik bahwa tuduhan tersebut memiliki motif tersembunyi.
“Kalau dibilang pengkhianat, pengecut, maka saya bisa berpikir jauh bahwa kalian punya motif lain,” ujar Rismon dalam keterangannya, Jumat (14/3/2026). Ia menduga bahwa serangan personal yang dilayangkan kepadanya tidak semata-mata didasari oleh pencarian kebenaran ilmiah, melainkan kepentingan tertentu.
Tantangan Debat Terbuka dan “Open Source“
Rismon yang dikenal sebagai penulis buku Jokowi’s White Paper setebal 480 halaman itu menantang Roy Suryo untuk beradu argumen secara ilmiah. Ia mengaku siap mendemonstrasikan metodologi penelitiannya di hadapan publik maupun secara tertutup.
“Saya siap mendemonstrasikan metode saya dengan cara fair, terbuka, open source, sama seperti buku 400 sekian halaman, 480 tulisan saya di buku Jokowi’s White Paper,” tegasnya.
Menurut Rismon, seorang peneliti yang mendasarkan pernyataannya pada objektivitas riset harusnya terbuka terhadap temuan-temuan baru. Ia menyayangkan sikap Roy Suryo yang dianggapnya langsung mencibir tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Baca juga : Roy Suryo, respon Restorative Justice Rismon
“Pertanggungjawaban seorang yang mengaku peneliti, seorang yang mendasarkan statement-nya berdasarkan objektivitas penelitian, maka seharusnya terbuka terhadap hasil-hasil baru. Jangan langsung dicibir,” tambahnya.
“Jika Ingin Kebenaran, Hubungi Saya”
Dalam pernyataannya yang penuh emosi, Rismon menegaskan bahwa ia lebih memilih dihina dan dicaci daripada harus goyah dalam pendiriannya.
“Saya lebih baik nggak disorak-soraki, lebih baik saya dihina, dicaci sebagai pengkhianat, daripada saya harus nggak bisa teguh,” katanya.
Ia juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. “Kalau motifnya mencari kebenaran berdasarkan pengetahuan sains, kemampuan sains, open-minded. Harusnya open-minded. Telepon saya, hubungi pengacara saya, kita akan bertemu terbuka maupun tertutup,” ajaknya.
Rismon memperingatkan bahwa sikap mencibir tanpa dasar justru akan membuat publik muak. “Tetapi kalau hanya mencibir-mencibir seperti itu, suatu saat publik juga akan muak, dan lebih percaya tulisan saya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Roy Suryo belum memberikan tanggapan resmi atas tantangan dari Rismon Sianipar tersebut. Publik kini menanti apakah perseteruan ini akan berlanjut ke ajang adu data dan metode secara terbuka. (A).