Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas Mayor Teddy, salah satu ajudan Presiden. Amien bahkan menyebut perlunya melibatkan dokter spesialis untuk membuktikan tuduhan tersebut. Pernyataan ini pun langsung mendapat respons keras dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurrahman.
Dalam pernyataannya yang beredar luas, Amien Rais menyatakan dengan lantang, “Saya akan yakin sekali, tunjukkan. Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan. Saya diberitahu ala nomor itu, komedi tidak berlaku.”
Baca juga : Mayor Teddy, Sebutkan Telah Terjadi Inflasi Pengamat
Pernyataan tersebut sontak memicu spekulasi dan kegaduhan publik. Namun, KSP Dudung Abdurrahman tak tinggal diam. Ia langsung membela Mayor Teddy dan menyebut tuduhan Amien Rais tidak berdasar serta penuh dengan fitnah.
Dudung: Saya Tahu Persis Teddy Adalah Sosok yang Sopan
Dengan tegas, Dudung menolak pernyataan Amien Rais. Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap Mayor Teddy adalah tidak benar dan merusak nama baik.
“Kita sama-sama tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah, seperti yang kemarin Amin Rais singgung Teddy, adik saya, itu sopan banget dia, dia hormat sama saya juga. Kemudian kalau ada tuduhan-tuduhan itu kan fitnah,” ujar Dudung.
Lebih lanjut, Dudung menyebut pernyataan Amien Rais tidak hanya keliru tetapi juga mempromosikan (membesar-besarkan) masalah yang tidak perlu. Ia mengingatkan bahwa di tengah tantangan besar yang dihadapi bangsa, isu seperti ini tidak boleh memecah belah rakyat.
Seruan Dudung: Rakyat Jangan Terpengaruh Isu Miring
Menurut Dudung, semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula hambatan, tantangan, dan gangguan yang harus dihadapi. Namun ia optimis rakyat Indonesia tidak akan termakan isu-isu semacam itu.
“Yang penting rakyat Indonesia tetap tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu,” tegas Dudung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Mayor Teddy maupun pihak istana terkait tuduhan tersebut. Publik pun diharapkan bijak dalam menyikapi isu yang belum terverifikasi kebenarannya. (A)