Jakarta – Dalam sebuah kejutan politik yang cukup mengejutkan, tokoh senior politik Indonesia, Amien Rais, menyatakan bahwa partainya kini mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menandai perubahan sikap yang cukup signifikan di panggung politik Tanah Air.
Dari Kritik Menjadi Dukungan
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu menyatakan bahwa partainya sepenuhnya mendukung dan mendoakan kesuksesan agenda pemerintahan Prabowo. “Kami Majelis Syuro Partai Ummat dan DPP Partai Ummat mendukung dan mendoakan secara utuh agenda kerja pemerintahan Prabowo. Semoga Presiden Prabowo sukses menjalankan misinya,” ujar Amien.
Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya Amien dikenal lantang mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan. Bahkan, ia sempat menyampaikan kekhawatiran tentang potensi gerakan “People Power” seperti yang terjadi pada 1998, dengan peringatan bahwa kesadaran publik akan hak asasi manusia kini jauh lebih dalam.
Mengakui Program Pemerintah
Dalam pernyataannya, Amien juga memuji program-program “Asta Cita” (Delapan Cita) yang digagas Presiden Prabowo. Ia menyebut program tersebut sebagai visi dan gagasan yang sangat bagus. Program-program itu mencakup penguatan demokrasi Pancasila dan HAM, peningkatan pertahanan dan keamanan nasional, penciptaan lapangan kerja, pengembangan SDM, serta kesetaraan gender, dan lain-lain.
Realitas Konstitusi
Amien juga mengakui realitas konstitusional terkait proses pemakzulan (impeachment). Ia mencatat bahwa dengan konfigurasi DPR-MPR saat ini, upaya memberhentikan Presiden Prabowo atau Wakil Presiden Gibran di tengah jalan akan sangat sulit dilakukan. Pengakuan inilah yang tampaknya mendorong sikap pragmatisnya untuk mendukung pemerintahan saat ini.
Seruan Dukungan Publik
Yang menarik, Amien justru mengajak masyarakat Indonesia untuk mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia juga menyatakan harapannya agar ritme pergantian kekuasaan setiap lima tahun sesuai UUD 1945 tetap dijaga, dan tidak ada pemerintahan yang dijatuhkan di tengah jalan.
Peringatan tentang People Power
Meski kini bersikap lebih kooperatif, Amien tetap menyampaikan peringatan tentang potensi gerakan People Power. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan hak asasi manusia saat ini sudah jauh lebih dalam dibandingkan tahun 1998, sehingga jika gerakan serupa terjadi lagi, skala dan dampaknya bisa jauh lebih besar dari sebelumnya.
—
Menurut Anda, bagaimana sikap politik Amien Rais kali ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah!