MATACONEWS – Jakarta. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan pernyataan mengejutkan yang langsung menyita perhatian para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementeriannya. Dalam sebuah kesempatan, ia berjanji akan meminta bonus khusus kepada Presiden untuk seluruh pegawai jika target pendapatan negara berhasil melesat tahun depan.
“Kalau income-nya naik dengan bagus, let’s say tahun depan tax ratio kita bisa naik mendekati 11%, saya akan minta bonus ke Pak Presiden supaya Anda semua dapat bonus dari pimpinan negara ini,” ujar Purbaya dengan penuh semangat di hadapan para pegawainya.
Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, mencapai tax ratio (rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto) sebesar 11 persen merupakan target ambisius yang membutuhkan kerja keras luar biasa. Namun, Menteri Purbaya menegaskan bahwa target tersebut bukanlah keinginan pribadinya, melainkan arahan langsung dari Presiden.
Baca juga : Purbaya Geram Ekonomi Indonesia Hancur
Meski menjanjikan bonus, Menteri Purbaya juga mengingatkan bahwa secanggih apapun sistem teknologi (software) yang digunakan, faktor sumber daya manusia tetaplah yang utama.
“Secanggih apapun sistemnya, kalau orangnya integritasnya lemah, itu pasti gagalnya. Software tinggal software, sistem tinggal sistem,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajarannya untuk bekerja habis-habisan dan menjaga integritas. Menurutnya, peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak hanya bisa dicapai jika diiringi dengan profesionalisme dan kejujuran para petugas. Ya
“Jadi saya minta teman-teman semua nanti bekerja habis-habisan, jaga integritasnya, naikkan pendapatan, pajak, dan lain-lain. Supaya kita bisa double digit, 11 persen tax ratio-nya,” imbuhnya.
Pesan terakhirnya pun menjadi pengingat akan besarnya tanggung jawab yang diemban. “Kita capek, yang kita bawa itu, kita disorot semua nanti,” pungkasnya.
Pernyataan Menteri Purbaya ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara sekaligus memberikan motivasi unik kepada para pegawai. Akankah target ambisius ini tercapai dan bonus pun turun? Kita nantikan bersama perkembangannya. (A).
Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…
Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…
Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…
Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…
Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…
Fenomena kasus ijazah palsu Jokowi, semakin panas pasca Rismon Sianipar, mendapatkan restoratif justice dari presiden…