Ekonomi

Li Claudia Chandra, Mengungkap Dugaan KKN Menteri Airlangga, Pada Proyek PSN

Berbagi and sharing

MATACONEWS – Batam. Anggota DPR RI, Li Claudia Chandra, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam proyek strategis nasional (PSN) di Batam.

Li Claudia menyoroti kebijakan PSN yang dinilainya bermasalah sejak era kepemimpinan Airlangga. Ia menduga ada pemberian proyek kepada kader Partai Golkar, yakni Maruf, yang merupakan ketua DPD Provinsi. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan proyek strategis nasional.

Pernyataan Li Claudia: “Saya NggPeduli Partai, yang Penting Kebijakan Jelas”

Baca juga: Antroposentris, 99% Pejabat Indonesia korup

Dalam rapat tersebut, Li Claudia secara terbuka mempertanyakan dasar kebijakan PSN Batam. Ia mengkritik ketidakjelasan arah pengelolaan kawasan Batam, apakah akan dikelola oleh pemerintah atau kembali diserahkan kepada swasta seperti masa lalu.

“Pak Menteri izin, Pak Allen tau nih, jadi ceritanya PSN ini memang bukan di jaman kami. Tetapi di jaman Pak Erlangga. Pak Erlangga dengan permenkonya memberikan PSN kepada ketua Partai Golkar DPD Provinsi, yaitu Pak Ma’ruf, Pak,” ujar Li Claudia di hadapan para pejabat.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak peduli dengan latar belakang partai, tetapi ingin memastikan bahwa kebijakan pemerintah berjalan sesuai koridor.

“Saya nggak peduli partai apa nggak partai. Saya pengen tau kebijakan pemerintah yang menjalankannya mana. Kita akan pegang di situ. Jadi kita nggak harus singgung ini orang itu orang. Saya nggak peduli.”

Kritik Terhadap Ketidakjelasan Kebijakan PSN Batam

Politisi ini juga menyoroti kebingungan di level Kementerian Koordinator terkait masa depan Batam. Ia meminta agar pemerintah segera menentukan sikap, apakah akan melanjutkan skema lama atau melakukan perubahan.

“Jadi saya tanyakan tadi ke Pak Menko nih, Wakil Pak Menko kan. Sebetulnya kebijakannya apa? Apa Batam akan mengelola? Atau seperti dulu swasta? Itu yang kita jalankan ke depan. Jadi kita ngeribut nggak jelas. Itu yang saya mau kejar nanti.”

Ia juga mengaku sudah mendengar berbagai kasus terkait proyek PSN, namun fokus utamanya adalah kepastian kebijakan pemerintah.

“Saya sudah dengar kasus itu juga. Saya nggak peduli. Tapi yang penting stance kita apa. Kalau kita sebut yang lalu, ya kita jalankan. Kalau berubah, ya kita berubah.”

Desakan untuk Transparansi dan Kepastian Hukum

Li Claudia menekankan bahwa dirinya tidak bisa memutuskan kebijakan berdasarkan kehendak pribadi. Ia mendesak Menteri Koordinator untuk segera mengambil keputusan yang jelas, sehingga investasi dan pembangunan di Batam tidak terus terkatung-katung.

“Ibu nanti yang buat ini. Buat apa, ngundang investor dan lain-lain. Itu juga bagus. Tapi saya pengen tau kebijakannya apa. Jadi saya nggak bisa memutuskan suka-suka saya. Menko ngapain? Kalau Menko bingung, kita tanya presiden. Pak, Batam mau diapain? Kalau Anda butuh ruang, saya bisa kasih. Tapi kebijakannya jelas.”

Pernyataan ini memicu reaksi publik dan kalangan pengamat kebijakan. Mereka menilai bahwa dugaan KKN dalam proyek PSN harus segera diusut tuntas agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi iklim investasi nasional. (A).

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Refly Harun, Panik ! Menyikapi Isu Perselingkuhan Dirinya Dengan Tifa, Diruang Publik ?

Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…

2 jam ago

Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, Kritik Kebijakan Politik Pemerintah Terkait Dengan WFH : “ Bukan Solusi Jitu Tekan BBM “

Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…

9 jam ago

Menko Airlangga, Akan melakukan pembatasan atau pengaturan pembelian BBM bersubsidi 50 L Perhari

Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…

2 hari ago

Pengacara Ade Darmawan, Meminta Polisi Untuk Menyelidiki Dugaan Keterlibatan Charlie Chaplin, Dalam Kasus ijazah palsu Jokowi

Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…

4 hari ago

Farhat & Rismon Bongkar Perselingkuhan Refly Harun & dr Tifa

Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…

4 hari ago

dr. Tifa Tifauzia, Cemas Dan Panik Tak Mendapatkan RJ Dari Jokowi, Singgung Andi Azwan Dan Farhat Abbas

Fenomena kasus ijazah palsu Jokowi, semakin panas pasca Rismon Sianipar, mendapatkan restoratif justice dari presiden…

5 hari ago