Opini Dan Analisis

MATACON RAHIM PRODUKTIF KEMANUSIAAN

Berbagi and sharing

Seorang cendekiawan muslim, Nurcholish Madjid atau akrab disapa Cak Nur, pernah mengupas makna kata ayat dalam Al-Qur’an. Menurutnya, ayat berarti tanda, gejala, atau fenomena.

Membaca ayat berarti membaca gejala. Dengan kata lain, ketika kita berbicara tentang ayat-ayat kauniyah, kita sedang membaca fenomena alam—dan manusia berada di dalamnya.

Kita diminta membaca manusia dengan segala aspeknya: sosial, politik, ekonomi, dan seterusnya.

Berbicara kemanusiaan berarti kita mampu menjelaskan diri dalam konteks Hablum minannas—hubungan manusia dalam ruang sosial, ekonomi, politik, dan hukum.

Baca juga : Antroposentris, 99% Pejabat Indonesia Korup

Fenomena Kemanusiaan di Sekitar Kita

Fenomena kemanusiaan tidak jauh berbeda dengan fenomena tubuh kita. Contohnya:

Mata berkedip 15–20 kali per menit untuk melindungi dari kekeringan dan iritasi.· Dalam sehari, kita bisa berkedip hingga 1.200 kali per jam tanpa sadar.

Dalam skala sosial, fenomena kemanusiaan meliputi perubahan besar seperti migrasi akibat perang, hikikomori, hingga krisis mental di era digital.

MATACON Lahir dari Rahim Kemanusiaan

MATACON bukan sekadar teks kata, melainkan memiliki jiwa kemanusiaan. Lembaga ini lahir dari fenomena nyata:

Seorang warga lokal bernama Mamat mengalami kesulitan saat istrinya hendak melahirkan. Tak ada kendaraan umum menuju rumah sakit bersalin.

Saat itu, seorang individu keturunan bernama Babah Acon menawarkan bantuan—bukan hanya kendaraan, tetapi juga mengendarainya sendiri hingga ke rumah sakit.

Fenomena itulah yang menginspirasi seorang Amin Mujito, mendirikan MATACON (gabungan dari Mamat & Babah Acon

Lembaga yang Lahir dari Rahim MATACON

Dari rahim Matacon, lahirlah sejumlah lembaga yang berdedikasi untuk kepentingan rakyat miskin, di antaranya:

1. Lembaga Hukum (Law Firm)

2. Media Publik

Keduanya diproyeksikan untuk menangani dan mengangkat harkat serta martabat orang miskin yang sangat terbatas aksesnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan hukum.

Fenomena ini telah menarik perhatian publik. Sejumlah individu lintas daerah ikut ambil bagian dalam pencerahan di ruang publik tanah air.

Tanggung Jawab Kemanusiaan Bukan Hanya Negara

MATACON sadar bahwa memberdayakan orang miskin bukan hanya tugas negara, tetapi juga tanggung jawab individu dan publik.

Jika tanggung jawab sosial dan kemanusiaan hanya dibebankan kepada negara, maka warga miskin akan semakin terpuruk.

MATACON adalah kumpulan individu mumpuni dan fokus dalam merespons fenomena sosial-kemanusiaan di Indonesia. Terlebih dalam konteks politik yang dinamis, tingkat korupsi yang menganga, yang membuat rakyat miskin tanpa akses kekuasaan semakin menderita.

Refleksi Gus Dur

Penguasa dan kekuasaan adalah hal berbeda, namun memiliki substansi yang sama: mempengaruhi kehidupan publik. Seperti yang diungkapkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur):

“Penguasa yang lupa akan kekuasaannya.”

Sindiran ini sangat realistis, terutama saat menyaksikan fenomena politik modern di Indonesia yang cenderung berwawasan kapitalis dan oligarkis.

Tentang Penulis

Aswin

· Pemimpin redaksi Mataconews

· Mantan Sekretaris NGO Indonesian Fisherman Waveguard

Sekretaris di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Apakah Anda punya kisah serupa tentang kebaikan lintas latar belakang? Bagikan di kolom komentar. Mari kita bangun narasi kemanusiaan bersama.

Tertarik mendukung perjuangan MATACON? Hubungi kami via DM atau kunjungi mataconews.com

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Purbaya Yudhi Sadewa, Kritik Media Tempo: “ Tidak Mengerti Anggaran”

Mataconews – Pernyataan tegas dilontarkan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pemberitaan sebuah media nasional, Tempo. Ia…

11 jam ago

Ketua KPU RI 2017-2022, Arief Budiman : “Pembahasan RUU Pemilu Jangan Mepet Waktunya”

Mantan Ketua KPU, Arief Budiman, menyoroti anggota DPR RI, yang belum juga melakukan pembahasan Rancangan…

2 hari ago

Jusuf Kalla, Kembali Membuat Pernyataan Kontroversial Di Forum Pemuda Pancasila : “ Kita Butuh Preeman Di Luar Pemerintahan”

Mataconews – Nama Jusuf Kalla kembali mencuat setelah pernyataannya dianggap kontroversial dalam sebuah acara organisasi…

3 hari ago

Percakapan Viral Wisatawan Di Media Sosial : “Shalat Bukan Sekedar Rutinitas”

Mataconews – Sebuah percakapan hangat dan penuh makna antara seorang pria lokal, Mr. Komang, dan…

3 hari ago

Ketua DPR RI, Puan Maharani, Mempertanyakan Tentang Keadilan Kenaikkan Harga BBM

Mataconews – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mempertanyakan soal keadilan di balik kebijakan kenaikan harga…

5 hari ago

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kritik Purbaya: “Cuma Omon Omon?

Mantan wakil presiden Jusuf, kembali menghiasi pemberitaan ruang publik tanah air. Dan dirinya, mengkritik tajam…

7 hari ago