Politik

Jusuf Kalla, Kembali Membuat Pernyataan Kontroversial Di Forum Pemuda Pancasila : “ Kita Butuh Preeman Di Luar Pemerintahan”

Berbagi and sharing

Mataconews – Nama Jusuf Kalla kembali mencuat setelah pernyataannya dianggap kontroversial dalam sebuah acara organisasi Pemuda Pancasila. Dalam forum tersebut, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia itu secara blak-blakan menyebut bahwa bangsa ini membutuhkan sosok “preman” dari luar pemerintahan.

“Kita butuh preman di luar pemerintahan,” ujar JK, sapaan akrabnya, di hadapan kader Pemuda Pancasila.

Meluruskan Makna “Preman” Versi JK

Baca juga : Jusuf Kalla, kritik kebijakan pemerintah, Purbaya Yudhi Sadewa

Jusuf Kalla kemudian meluruskan makna preman yang dimaksudnya. Menurut dia, preman dalam konteks ini bukan berarti orang yang suka berkelahi atau tindak kriminal, melainkan:

· Orang yang bekerja di luar struktur pemerintahan (swasta, wirausaha, dll.)· Berani mengambil risiko, terutama dalam bidang perdagangan dan pembangunan ekonomi

· Menggunakan “otot” secara produktif, bukan untuk kekerasan

JK menegaskan:

“Otot kita bukan untuk berkelahi, walaupun berkelahi bukan hal yang tidak perlu. Tapi kita butuh orang yang bebas, orang swasta, yang melaksanakan pembangunan.”

Kritik Halus terhadap Birokrasi?

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap budaya birokrasi yang lamban. JK mengingatkan bahwa jika semua orang ingin bekerja di pemerintahan, demokrasi akan “penuh” dan pembangunan terhambat.

“Kalau semuanya ingin bekerja di pemerintah, penuhlah demokrasi. Kapan sampainya bangsa ini?” tegasnya.

Reaksi Publik: Dukungan vs Kecaman

Tak pelak, pernyataan JK menuai pro dan kontra. Sebagian menilai bahwa yang dimaksud JK adalah semangat kewirausahaan dan kemandirian. Namun sebagian lain menganggap istilah “preman” tetap memiliki konotasi negatif di tengah masyarakat. (A).

Y

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Purbaya Yudhi Sadewa, Kritik Media Tempo: “ Tidak Mengerti Anggaran”

Mataconews – Pernyataan tegas dilontarkan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pemberitaan sebuah media nasional, Tempo. Ia…

6 jam ago

Ketua KPU RI 2017-2022, Arief Budiman : “Pembahasan RUU Pemilu Jangan Mepet Waktunya”

Mantan Ketua KPU, Arief Budiman, menyoroti anggota DPR RI, yang belum juga melakukan pembahasan Rancangan…

2 hari ago

MATACON RAHIM PRODUKTIF KEMANUSIAAN

Fenomena Kemanusiaan, semakin terlihat vulgar di ruang publik, baik yang bersifat positif maupun negatif. Kemanusiaan…

2 hari ago

Percakapan Viral Wisatawan Di Media Sosial : “Shalat Bukan Sekedar Rutinitas”

Mataconews – Sebuah percakapan hangat dan penuh makna antara seorang pria lokal, Mr. Komang, dan…

3 hari ago

Ketua DPR RI, Puan Maharani, Mempertanyakan Tentang Keadilan Kenaikkan Harga BBM

Mataconews – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mempertanyakan soal keadilan di balik kebijakan kenaikan harga…

4 hari ago

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kritik Purbaya: “Cuma Omon Omon?

Mantan wakil presiden Jusuf, kembali menghiasi pemberitaan ruang publik tanah air. Dan dirinya, mengkritik tajam…

6 hari ago