Jakarta

Presiden RI, Prabowo Subianto, Akan Menertibkan Pengamat Yang Tidak Suka Dengan Pemerintah

Berbagi and sharing

MATACONEWS – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan menertibkan para pengamat yang dinilainya tidak mendukung pemerintah dan berupaya menciptakan kecemasan di masyarakat. Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo dalam sebuah kesempatan di Jakarta, merespons kritik yang kerap muncul dari sejumlah kalangan pengamat.

“Saya melihat ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil. Menurut saya, sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik. Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor,” ujar Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa pihaknya kini memiliki akses penuh terhadap data intelijen, berbeda saat dirinya masih berada di luar pemerintahan. Dengan data tersebut, ia mengaku mengetahui siapa saja aktor di balik kritik yang dinilainya tidak konstruktif.

Baca juga : Program MBG Presiden Prabowo Versus PDIP

“Yang merasa rugi dengan pemerintah kita, kita mau tertibkan. Jadi saya juga punya data-data intelijen. Kalau dulu saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi tiap hari saya dapat laporan intel. Saya mengerti, saya sudah tahu siapa yang membiayai. Pada saatnya kita tertibkan itu semua,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengaku saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif dan meyakinkan publik melalui bukti-bukti konkret. Ia percaya bahwa rakyat akan memahami kebijakan pemerintah jika disertai data yang valid dan transparan.

“Tapi sekarang saya masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan. Saya percaya dengan evidence based, dengan bukti, rakyat kita akan mengerti. Jadi pengamat-pengamat menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat,” tambahnya.

Pernyataan Presiden ini langsung menuai beragam reaksi. Sejumlah kalangan mendukung langkah tegas Prabowo dalam menjaga stabilitas nasional, namun tak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya menjaga ruang kritik dan kebebasan berpendapat di negara demokratis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut sebagai pengamat yang kerap mengkritik pemerintah. (A).

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Refly Harun, Panik ! Menyikapi Isu Perselingkuhan Dirinya Dengan Tifa, Diruang Publik ?

Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…

2 jam ago

Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, Kritik Kebijakan Politik Pemerintah Terkait Dengan WFH : “ Bukan Solusi Jitu Tekan BBM “

Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…

9 jam ago

Menko Airlangga, Akan melakukan pembatasan atau pengaturan pembelian BBM bersubsidi 50 L Perhari

Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…

2 hari ago

Pengacara Ade Darmawan, Meminta Polisi Untuk Menyelidiki Dugaan Keterlibatan Charlie Chaplin, Dalam Kasus ijazah palsu Jokowi

Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…

4 hari ago

Farhat & Rismon Bongkar Perselingkuhan Refly Harun & dr Tifa

Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…

4 hari ago

dr. Tifa Tifauzia, Cemas Dan Panik Tak Mendapatkan RJ Dari Jokowi, Singgung Andi Azwan Dan Farhat Abbas

Fenomena kasus ijazah palsu Jokowi, semakin panas pasca Rismon Sianipar, mendapatkan restoratif justice dari presiden…

5 hari ago