Mataconews – Ketegangan antara pelaku industri keuangan dan pengamat ekonomi kembali memanas. Deputi Komisioner bidang Pengawasan Terpadu, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan kritik tajam kepada pengamat ekonomi Ferry Latuhihin terkait pernyataan yang dinilai meresahkan kondisi ekonomi nasional.
Dalam pernyataannya yang dikutip Mataconews, Purbaya menyayangkan sikap Ferry yang dinilainya sering menyebarkan narasi negatif tanpa didukung data yang valid.
“Saya dijatuhi, dia kan nyerang, saya bodoh segala macam. Tindakan saya ke pasar tanah bank aneh katanya,” ujar Purbaya dengan nada kesal.
Baca juga : Purbaya Geram Pada Ekonomi, Yang Menyebut Ekonomi Indonesia Hancur
Ia menegaskan bahwa sebagai pemegang amanah, dirinya selalu melakukan pengecekan data secara langsung sebelum mengambil kesimpulan. Purbaya mengaku sudah mengecek berbagai indikator makro ekonomi, mulai dari data Purchasing Managers’ Index (PMI), Consumer Confidence, hingga penjualan ritel dan mobil.
“Waktu saya melihat data, sudah bagus, mereka bilang kenyataannya dong. Ya saya lihat ke pasarnya, ramai juga. Lah katanya mau ngecek data, itu saya cek. Data di belakang sudah saya cek kan. PMI, apalagi Consumer Confidence, penjualan retail, penjualan mobil. Terus mereka bilang, kenyataannya seperti apa? Saya cek kenyataannya. Ramai juga,” tegasnya.
Mengutip pengalaman saat Lebaran, Purbaya menyebut aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan ramai. Ia pun meminta agar para analis lebih berhati-hati dalam memberikan opini publik.
“Jadi, kalau gak ngerti, jangan nakut-nakutin orang dan bilang ekonomi kita mau hancur,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Purbaya mempertanyakan kapasitas Ferry Latuhihin dalam berbicara soal fundamental ekonomi. Menurutnya, latar belakang Ferry sebagai analis finansial tidak serta-merta membuatnya ahli di bidang ekonomi makro.
“Dia gak pernah pegang data ekonomi. Dia dulu adalah analis finansial. Jadi, gak pernah sama sekali bergelut di bidang ekonomi,” pungkasnya.
Pernyataan tegas ini pun menjadi sorotan, mengingat situasi ekonomi nasional yang tengah membutuhkan optimisme dan informasi berbasis data dari para pengamat maupun pemangku kebijakan. (A).
Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…
Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…
Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…
Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…
Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…
Fenomena kasus ijazah palsu Jokowi, semakin panas pasca Rismon Sianipar, mendapatkan restoratif justice dari presiden…