Categories: Literasi

Resensi Buku: ADAKAH KEPEMIMPINAN PANCASILA DI KITA

Berbagi and sharing

Judul buku asli: Kepemimpinan Pancasila Di Era Transformasi Digital.Penulis: Ririt Yuniar.Editor: Ichsanuddin Noorsy.Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.Jumlah halaman: 456 hlm.Tahun terbit: November 2025.ISBN: 978-623-877-127-1.Ukuran: 15,5 x 23 cm.Berat: 460 gram.Harga: 333.000,-

Di manakah kita bisa menemukan pemimpin bermental pancasila? Di angan, harapan, teks dan kisah republik. Sedang dalam kenyataan, elite pemimpin kita kebanyakan hit-man (bandit): omon-omon, hobi KKN dan pencitraan bahkan penipuan.

Inilah inti obrolan kami pada acara “kelas tebet” tiap hari Jumat. Kelas minggu ini secara khusus membahas isi buku kepemimpinan pancasila yang cukup komprehensif plus provokatif.

Penulis buku ini membahas pentingnya kepemimpinan berbasis Pancasila di tengah arus digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Ini merupakan tulisan yang sering disampaikan di beberapa kelas Lemhanas dan lainnya. Hal ini karena penulis merupakan dosen di Universitas Pancasila.

Menurutnya, kepemimpinan pancasila diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa, menyeimbangkan inovasi dan tradisi, efisiensi dan kesejahteraan, serta teknologi dan kemanusiaan, dengan mengedepankan karakter negarawan yang bijak, tegas, dan beretika (h.25).

Membaca buku ini seperti hidup dalam pikiran-pikiran nusantara: purba tapi subtantif. Tindakan mempelajari narasi ini seperti jalan sunyi yang setiap langkah bergema, berdentum, bertalu-talu dan perih.

Hidup dan menghidupi nusantara itu seperti beban yang sudah terlalu lama dipikul (tiap langkah penuh penyesalan, satu langkah penuh rasa takut, langkah berikutnya meragukan) limbo tak sudah-sudah.

Karena itu, penulis menghadirkan buku ini untuk dimiliki, bukan hanya untuk dikenang. Tuhan memberi para pembaca rasa, juga indra. Itu alat menemukan karyanya. Tentu, agar kita bersama dan bercerita. Juga, melakukan perlawanan. Revolusi nalar, moral dan spiritual.

Bagi penulis, jika air lautan dijadikan tinta untuk menulis karyanya tentang kepemimpinan, tentang pancasila dan tentang nasionalisme, itu tak akan cukup. Sebab pikiran dan hasratnya pada ketiganya seluas ratusan samudra.

Mencermati kalimat demi kalimat dari buku ini seperti kisah pilu. Sebab, senyum rakyat yang dulu begitu hangat memikat ternyata menyamarkan mata yang sebenarnya kosong. Ngungun dan bengong, gelisah dan marah tak sudah-sudah. Terutama sekali saat duit menipis dan tumpukkan kerja makin berlapis, serta lihat tawa pejabat najis.

Di beranda meja rakyat banyak, mereka sering memegang cangkir teh terlalu lama sampai dingin. Lalu berucap, “andai dik Kowi tak merusak republik ini,” dunia mungkin tak segelap hari ini. Lalu, mereka meledak marah dan teriak, “elite silite kita harus diberakin mulutnya!”

Sekali lagi, buku ini hadir dari penulis untuk pecinta republik. Maka, milikilah sebagai modal mengajar dan berbagi keteladanan.

Tentu saja, buku ini dapat menjadi panduan strategis bagi para pemimpin di berbagai sektor untuk menghadapi tantangan seperti ketimpangan digital dan disrupsi sosial dengan tetap berpegang pada nilai Pancasila sebagai landasannya.

Terdiri dari sembilan bab, buku ini merentang isu-isu strategis dari transformasi sampai perspektif komunikasi. Sangat komprehensif dan serius, terbukti sejumlah tokoh ikut memberi kesaksian. Ada jendral, profesor, dosen dan pemuka agamawan. Ini bukti, buku dan penulisnya serius mengerjakannya.

Sayang, buku ini terlalu kecil hurufnya. Ini merepotkan bagi pembaca tua yang matanya makin buram. Tetapi, kelebihannya ada pada keluasan isi dan editornya yang canggih. Epilognya keren, karena disumbang ekonom terjenius di republik.

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Refly Harun, Panik ! Menyikapi Isu Perselingkuhan Dirinya Dengan Tifa, Diruang Publik ?

Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…

7 jam ago

Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, Kritik Kebijakan Politik Pemerintah Terkait Dengan WFH : “ Bukan Solusi Jitu Tekan BBM “

Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…

14 jam ago

Menko Airlangga, Akan melakukan pembatasan atau pengaturan pembelian BBM bersubsidi 50 L Perhari

Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…

2 hari ago

Pengacara Ade Darmawan, Meminta Polisi Untuk Menyelidiki Dugaan Keterlibatan Charlie Chaplin, Dalam Kasus ijazah palsu Jokowi

Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…

4 hari ago

Farhat & Rismon Bongkar Perselingkuhan Refly Harun & dr Tifa

Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…

4 hari ago

dr. Tifa Tifauzia, Cemas Dan Panik Tak Mendapatkan RJ Dari Jokowi, Singgung Andi Azwan Dan Farhat Abbas

Fenomena kasus ijazah palsu Jokowi, semakin panas pasca Rismon Sianipar, mendapatkan restoratif justice dari presiden…

5 hari ago