Categories: Opini Dan Analisis

SATRISME, IDEOLOGI BARU DARI TANAH JAWA

Berbagi and sharing

Foto : Design @asof/Ilustrasi

Indonesia tidak kekurangan undang-undang. Yang kurang adalah keberpihakan. Di banyak ruang, rakyat marjinal—buruh, petani, nelayan, dan pekerja informal—menjadi saksi betapa hukum bisa berubah menjadi alat yang bekerja bukan untuk mereka, tetapi untuk kepentingan yang lebih besar dan lebih kuat. Dari kenyataan seperti inilah Satrisme muncul sebagai cara pikir baru.

Satrisme bukan ideologi instan. Ia tumbuh dari ampas ketidakadilan yang dirasakan rakyat hari demi hari. Ketika buruh pabrik kehilangan pesangon karena pabrik pindah modal, ketika May Day diakhiri dengan gas air mata, ketika pekerja tambang dituduh mengganggu operasi hanya karena menuntut hak yang layak—semua itu adalah bukti bahwa keadilan belum bisa menjadi bahasa negara

Untuk membaca persoalan ini, Satrisme tidak berjalan tanpa dasar. Ia mengambil inspirasi dari aliran pemikiran dunia yang sudah lebih dahulu mengkritik struktur kekuasaan. Satrisme mengambil pesan penting dari para pemikir realisme hukum: bahwa hakikat hukum bukan apa yang tertulis di pasal-pasal, tetapi apa yang benar-benar terjadi di jalanan, pabrik, kampung, dan ruang-ruang tempat rakyat berjuang mencari hidup.

Dari tradisi Critical Legal Studies, Satrisme menangkap satu kenyataan pahit: hukum tidak selalu bebas dari kepentingan. Di tangan kekuasaan, aturan bisa diarahkan untuk menguntungkan segelintir pihak, sementara “netralitas” kerap hanya menjadi kata-kata indah yang menutupi keberpihakan.

Sedangkan TWAIL mengajarkan Satrisme untuk melihat peta ketimpangan dengan lebih jernih. Seperti negara-negara dunia ketiga yang sering ditekan dalam sistem global, rakyat di dalam negeri pun kerap berada dalam posisi terdesak—diapit antara modal besar dan kebijakan negara yang tidak selalu melindungi mereka.

Namun Satrisme tidak berhenti pada kritik. Ia membawa semangat dari tradisi Jawa yang menilai pemimpin dari keberpihakannya kepada wong cilik. Satrisme mengambil nilai itu dan menjadikannya fondasi gerakan: berpihak kepada rakyat adalah moralitas, bukan pilihan politis.

Satrisme memilih jalannya sendiri—tegas tanpa kekerasan, kritis tanpa kebencian, dan rasional tanpa kehilangan akar budaya. Empat prinsip yang dipegangnya jelas: membela rakyat, menggunakan jalur hukum, berani secara jujur, dan menolak kekerasan sebagai jalan perubahan.

Ketika negara semakin sibuk melayani kepentingan besar, Satrisme hadir untuk mengingatkan bahwa republik ini berdiri dari keringat rakyat, bukan dari ambisi elite. Jika hukum tidak lagi menjadi pelindung, maka rakyat berhak memiliki ideologi yang mengajarkan bagaimana membaca dan melawan ketidakadilan itu.

Inilah Satrisme—suara baru dari Jawa yang menantang ketidakadilan dan mengajarkan bahwa keberpihakan adalah tindakan paling manusiawi.

Ir. Amin Mujito, SH, Enterpreneur dan aktivis

Admin Matacon

View Comments

Share
Published by
Admin Matacon

Recent Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri…

21 jam ago

Pramono Anung Sindir Politikus Pindah Partai: “Tak Akan Pernah Jadi Besar!”

Mataconews - Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan menohok terkait loyalitas partai politik.…

2 hari ago

Sayembara Kritik : “Lemahnya Ekosistem Seni Dalam Ruang Apresiasi

Mataconews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai acara Penganugerahan Pemenang Sayembara Kritik Sastra…

5 hari ago

Peluncuran Buku Enam Simponi Aksara Telah Menampar Wajah Literasi Betawi ?

Mataconews, Jakarta – Suasana seni dan sastra semakin semarak di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta…

5 hari ago

Presiden Prabowo Subianto, Singkap Tabir Kepalsuan Ekonomi

Jakarta, Nataconews - Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkapkan adanya praktik pemalsuan data, pemalsuan dagang,…

1 minggu ago

Kental Kekuasaan. Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Ditahan

Mataconews - Jakarta. Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus),…

1 minggu ago