Jakarta, Mataconews – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan sikap politiknya dalam Sidang Tahunan MPR RI, Kamis (14/8). Dalam pidato kebangsaannya, kepala negara menyatakan komitmen kuat untuk melanjutkan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai prioritas pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Prabowo: Program MBG dan Kopdes Merah Putih Tetap Jalan
Di hadapan seluruh anggota MPR, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedua program ini merupakan bagian dari visi besar kemandirian bangsa dan kesejahteraan masyarakat desa. Meski mendapat berbagai sorotan, pemerintah memastikan program terus berjalan dengan perbaikan sistem tata kelola.
“Program ini lahir untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Kita tidak akan berhenti di tengah jalan,” tegas Presiden dalam sambutannya.
Presiden Sasar Oknum TNI-Polri Pelindung Korupsi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo secara tegas menyoroti adanya oknum di lingkungan TNI dan Polri serta pejabat negara yang diduga membekingi praktik korupsi dalam pelaksanaan program strategis nasional. Ia memerintahkan aparat penegak hukum untuk bertindak bersih dan tegas.
“Negara tidak boleh kalah dengan mafia-mafia yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. Saya minta TNI dan Polri membersihkan barisannya dari oknum yang merusak kepercayaan publik,” ujar Prabowo dengan nada keras.
Sorotan Mahasiswa: Evaluasi dan Pergantian Kepemimpinan MBG
Sejumlah kalangan, termasuk Aliansi Mahasiswa HMI Cipayung, menyampaikan imbauan kepada pemerintah agar mengevaluasi pelaksanaan MBG. Mereka juga menyoroti pergantian kepemimpinan di lembaga pengelola MBG yang dinilai belum mampu mengatasi akar persoalan korupsi.
“Kami mendukung program ini, tapi kami juga mengingatkan agar pengawasannya diperketat. Pergantian pemimpin harus diiringi perubahan sistem yang transparan,” ujar perwakilan aliansi mahasiswa dalam pernyataan terpisah.
Komitmen Bersih dari Korupsi
Presiden menegaskan bahwa seluruh program strategis nasional akan diawasi secara ketat oleh aparat pengawas internal dan eksternal. Ia berjanji tidak akan memberi ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di jajaran pemerintahan.
“Rakyat berhak menikmati hasil pembangunan. Jangan biarkan segelintir orang merampok hak mereka,” tutup Presiden di akhir pidatonya. (A)
Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…
Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…
Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…
Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…
Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…
Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…