Jakarta

Anggota DPRD Jakarta Wa Ode Herlina Didesak Jawab Polemik Pengurus AJ-DKJ, Pilih Menghindar saat Reses di Kemayoran

Berbagi and sharing

JAKARTA — Fenomena politik Jakarta kembali mewarnai ruang publik di Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI-P, Wa Ode Herlina, menggelar kegiatan reses di wilayah tersebut pada Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan reses itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Lurah Harapan Mulia, Ketua RW 06 dan RW 01, serta undangan yang didominasi pengurus PKK, Jumantik, Dasawisma, LMK, FKDM, dan RT 01–15.

Reses Fokus Bahas Sampah Jakarta

Dalam kegiatan tersebut, Wa Ode Herlina lebih banyak membahas persoalan sampah di Jakarta sesuai Peraturan Daerah (Perda) Jakarta. Ia menyoroti Perda Nomor 3 Tahun 2013 yang telah diubah dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah.

Selain itu, anggota DPRD Jakarta dari Komisi B yang membidangi Pariwisata dan Kebudayaan ini juga sempat menyinggung pemberdayaan kesenian, seperti lomba festival musik jalanan dan Sohibul Hikayah, dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah yang akan diselenggarakan tahun ini.

Menolak Dijawab, Wa Ode Herlina Menghindar Soal AJ-DKJ

Namun, suasana berubah ketika politisi PDI-P itu diminta menjawab pertanyaan seputar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 4 Tahun 2020. Regulasi ini masih menyisakan persoalan serius bagi seniman dan budayawan terkait eksistensi, fungsi, dan kredibilitas lembaga kesenian dan kebudayaan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Wa Ode Herlina segera menghindar dan masuk ke dalam mobil, menolak menjawab dengan alasan bukan tugas pokoknya di komisi terkait. Padahal, di komisinya ia membidangi persoalan Pariwisata dan Kebudayaan.

Pengurus AJ-DKJ Diduga Cacat Hukum

Sebagaimana diketahui, persoalan pengukuhan pengurus AJ-DKJ diduga cacat hukum karena telah melanggar sejumlah pasal dalam Pergub yang dianggap sangat penting bagi masa depan DKJ ke depan. Adapun pasal-pasal yang dilanggar menyangkut kuota anggota DKJ dan transparansi uji layak kapasitas anggota DKJ.

Seniman Jakarta Siap Demo dan Gugat ke PTUN

Dalam diskusi publik di ruang PDS HB Yassin, para narasumber dan komunitas seni di Jakarta menyatakan akan tetap mengikuti dan mengawasi kebijakan politik Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Mereka berencana menggelar demo di depan Balai Kota Jakarta untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut evaluasi kebijakan politik Gubernur Pramono Anung. Jika tidak ditanggapi, mereka akan melakukan gugatan hukum ke PTUN.

Admin Matacon

Recent Posts

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

2 hari ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

4 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago

IKAMA, Warung Madura Buka 24 Jam, “Kami Multifungsi”

Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…

3 minggu ago