Categories: Opini Dan Analisis

Diskusi series : PRAMOEDYA ANANTA TOER, PEREMPUAN ITU JAHAT DAN ZHALIM

Berbagi and sharing

Pramoedya Ananta Toer, sejarahwan dan juga sastrawan, tokoh LEKRA.( Foto : Design @asof/ilustrasi).

Pramoedya Ananta Toer dikenal sebagai tokoh sejarah dan budaya di Indonesia. Beliau adalah seorang penulis yang lumayan sangat kreatif, tercatat sekitar empat puluh buku yang lumayan sangat fenomenal, diterjemahkan kedalam pelbagai bahasa asing.

Dan yang paling menarik adalah ketika seorang Pram, berbicara tentang perempuan Indonesia di masanya (konteks sejarah), dalam beberapa bukunya, seperti Sulastri, Calon Arang, Manusia dan Bumi, dan seterusnya. Pramoedya, berbicara tentang perempuan di masanya – masa feodal, yang lebih bercirikan pada ruang seks dan dapur. Dengan kata lain, perempuan telah ditindas, dijadikan obyek seksualitas, pramuwisma bagi laki-laki dan suaminya.

Memanglah, perempuan di masa feodalistik kehidupan perempuan lumayan sangat prihatin, tidak bisa keluar dari kehidupan patriakal, patrialis. Bahwa kehidupan dunia ini adalah miliknya laki laki tanpa terkecuali. Status perempuan adalah lebih rendah kastanya daripada kedudukan kaum laki-laki.

KONTEKS MODERN

Dalam dunia modern, fenomena perempuan perempuan Indonesia telah berani menindas dan menzalimi para para laki-laki laki-laki-suami. Antara lain : tingkat perceraian yang diajukan oleh perempuan kepada kaum laki-laki – suami mencapai 70% lebih. Dan menjadikan suami sebagai pelayan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, menjaga anak dan seterusnya. Tidak hanya sampai disitu, laki laki pun dijadikan obyek seksualitas, seperti “Arisan Maskulin”, yang dilakukan oleh kaum perempuan Indonesia yang mapan (sosialita). Perempuan perempuan itu, bisa memilih laki laki yang disukai untuk ditidurinya.

Peran laki laki laki, dan statusnya dalam rumah tangga telah bergeser dalam konteks dunia modern. Dunia patriakal telah bergeser menjadi dunia matrikal. Dan sejarah itu, pernah terjadi di sosio-budaya masyarakat minang, Sumatera Barat, perempuan bisa membeli laki-laki dan merendahkannya, atau seperti yang pernah terjadi di belahan dunia lainnya, seperti India.

Karya sastra Pramoedya Ananta Toer, telah menjadi prioritas dalam program diskusi dari Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta. Dan program diskusi karya sastra Pramoedya Ananta Toer, sudah memasuki diskusi seri ketiga yang diselenggarakan oleh pihak Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta.(Aswin/mataconews).

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Share
Published by
Admin Matacon

Recent Posts

Refly Harun, Panik ! Menyikapi Isu Perselingkuhan Dirinya Dengan Tifa, Diruang Publik ?

Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…

7 jam ago

Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, Kritik Kebijakan Politik Pemerintah Terkait Dengan WFH : “ Bukan Solusi Jitu Tekan BBM “

Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…

14 jam ago

Menko Airlangga, Akan melakukan pembatasan atau pengaturan pembelian BBM bersubsidi 50 L Perhari

Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…

2 hari ago

Pengacara Ade Darmawan, Meminta Polisi Untuk Menyelidiki Dugaan Keterlibatan Charlie Chaplin, Dalam Kasus ijazah palsu Jokowi

Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…

4 hari ago

Farhat & Rismon Bongkar Perselingkuhan Refly Harun & dr Tifa

Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…

4 hari ago

dr. Tifa Tifauzia, Cemas Dan Panik Tak Mendapatkan RJ Dari Jokowi, Singgung Andi Azwan Dan Farhat Abbas

Fenomena kasus ijazah palsu Jokowi, semakin panas pasca Rismon Sianipar, mendapatkan restoratif justice dari presiden…

5 hari ago