Mataconews – Lomba cerdas cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat baru-baru ini tidak berlangsung biasa. Alih-alih meriah, acara tersebut justru menuai kritik keras dari publik karena dugaan ketidakadilan dalam penilaian oleh para juri, termasuk sosok Dyastasita Widya Budi.
Kejanggalan Nilai: Grup B vs Grup C
Dalam babak lomba yang digelar baru-baru ini, terjadi anomali penilaian yang viral di media sosial:
· Grup B dan Grup C memberikan jawaban yang sama persis.
· Namun, Grup B mendapat nilai 10.
· Sementara Grup C justru mendapat nilai minus 5 (−5).
Publik pun bertanya-tanya: Apakah ini kelalaian teknis, atau ada faktor lain?
Sosok Dyastasita Widya Budi: Juri yang Juga Mantan PPK
Perhatian kemudian tertuju pada C, salah satu juri dalam lomba tersebut. Ternyata, ia bukanlah orang baru dalam lingkaran birokrasi.
Ia dikenal sebagai mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR RI. Jabatan ini memberinya kewenangan besar dalam pengadaan barang dan jasa.
Pernah Dipanggil KPK atas Kasus Gratifikasi Rp17 M
Yang lebih mengejutkan: Dyastasita Widya Budi pernah dipanggil KPK pada Juni 2025 dalam kasus dugaan gratifikasi senilai Rp17 miliar. Kasus ini terkait dengan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan MPR RI pada tahun 2020, saat ia menjabat sebagai PPK.
Meskipun hingga saat ini belum ada vonis akhir, fakta bahwa seorang mantan pejabat yang pernah diperiksa KPK menjadi juri dalam lomba yang mengusung nilai-nilai 4 Pilar kebangsaan dinilai sangat ironis oleh publik.
Pengamat Komunikasi Publik
“Menunjuk juri yang memiliki catatan kontroversial di bidang integritas — terutama dalam lomba yang mengusung nilai moral dan hukum — adalah bentuk kelalaian publik. Panitia harus lebih selektif, karena peserta dan publik menilai kredibilitas lomba dari sosok yang duduk di kursi juri.” (Dr. Rina Setiawati, M.Si., Pengamat Komunikasi dan Etika Publik dari Universitas Tanjungpura)
👉 Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tahu tentang kontroversi ini.
👉 Tulis pendapatmu di kolom komentar: Apakah masih pantas seseorang yang pernah dipanggil KPK menjadi juri lomba moral dan kebangsaan?
👉 Follow Mataconews untuk update berita seputar daerah dan nasional.
MATACONEWS – Nama Rosario de Marshal atau yang lebih dikenal sebagai Hercules kembali mencuri perhatian.…
MATACONEWS – Pernyataan Amien Rais soal dugaan LGBT yang masuk Istana mendapat dukungan tak terduga…
Jakarta – Mataconews.com | Aksi sosial membagikan ribuan paket sembako di tengah masyarakat kembali dilakukan…
Mataconews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan adanya…
Panas. Pernyataan tokoh bangsa Amin Rais, tidak hanya telah membuat ruangan istana gerah, melainkan juga…
Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas…