Mataconews – Pernyataan kontroversial dari tokoh politik senior, Amien Rais, terkait perwira aktif Letkol Teddy (Mayor Teddy) mendapat respons tajam dari Purnawirawan Jenderal TNI, AM Hendropriyono.
Dalam perbincangan dengan awak media, Hendropriyono secara gamblang menyebut bahwa Amien Rais telah melakukan pembunuhan karakter terhadap Mayor Teddy. Menurutnya, kritik terhadap perwira aktif yang sedang menjalankan sistem tugas negara harus disampaikan secara proporsional dan profesional, bukan emosional.
Baca juga : Amin Rais, Pertanyakan Orientasi Seksual Teddy
“Letkol Tedi kan perwira aktif yang bekerja dalam sistem, bukan seorang figur politik bebas. Penilaian terhadap dia seharusnya dilakukan secara proporsional dan profesional, bukan emosional,” tegas Hendropriyono.
Mantan kepala BIN itu juga menyoroti tanggung jawab moral para tokoh senior bangsa dalam menjaga adab berbahasa di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa kualitas seorang negarawan tidak diukur dari kerasnya kata-kata, melainkan kemampuannya menjaga martabat orang lain.
“Bahkan ketika berbeda pandangan, seorang prajurit seperti Tedi tidak bisa membalas tentu saja. Justru karena itu publiklah yang harus menjaga, agar kritik tidak berubah menjadi ketidakadilan,” ujarnya.
Hendropriyono mengingatkan bahwa bangsa Indonesia besar karena adabnya, bukan karena kebebasan tanpa etika.
“Jika yang kuat bebas mengejek yang sedang bertugas, maka yang kita bangun bukan demokrasi, melainkan arena kehidupan tanpa etika. Bangsa kita ini kan besar karena adabnya. Jika adab kita jaga, perbedaan tidak akan memecah kita,” imbuhnya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan mendalam:
“Bangsa Indonesia hampir kekeluargaan. Jadi kita jangan sampai kita itu membunuh karakter dari anak kita sendiri.”
Mataconews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan adanya…
Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas…
Fenomena pengadaan sepatu untuk sekolah rakyat sebesar 700 ribu sepasangnya menuai komentar publik luas, lantaran…
Kementerian sosial, kembali membuat kebijakan politik yang menarik perhatian publik tanah air, terkait dengan program…
PDI-P kembali membuat kejutan politik di ruang publik. Seorang diantaranya ialah Ribka Tjiptaning. Mantan anggota…
Fenomena Hari Buruh, atau May Day, yang berlangsung di Monas, Jakarta, 2 Mei 2026, menyisakan…