Politik

Kontroversial. DPP PDIP Ribka Tjiptaning mengatakan : “MBG Adalah Makan Beracun Gratis”

Berbagi and sharing

Jakarta – Mataconews. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, kembali melontarkan pernyataan keras yang menyita perhatian publik. Dalam sambutannya di sebuah acara, ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan istilah sinis: “Makanan Beracun Gratis”.

Ribka dengan tegas mengkritisi program yang dicanangkan pemerintahan mendatang tersebut dengan sederet pertanyaan retoris kepada pendukungnya.

Apa Itu MBG Menurut Ribka Tjiptaning?

Dalam orasinya, politisi senior PDIP itu mendefinisikan MBG secara sarkastik sebagai:

· “Makan beracun gratis”

· “Makan berulat gratis”

· “Makan beling gratis”

Perbandingan Kesejahteraan: MBG vs Sekolah Gratis & Lapangan Kerja

Lebih lanjut, Ribka membandingkan dampak program MBG dengan kebutuhan dasar lain yang dinilainya lebih mendesak. Ia melontarkan serangkaian pertanyaan kepada audiens:

“Lebih baik diberi MBG atau sekolah anak-anaknya gratis?””Lebih baik diberi MBG atau lapangan kerja?””Lebih baik diberi MBG atau kesejahteraan gratis?”

Baca juga : May Day, Buruh Menolak Program MBG

Kerumunan yang hadir pun tampak kompak memilih sekolah gratis dan lapangan kerja dibandingkan program MBG yang ia sebut sebagai “makanan beracun”.

Kritik terhadap Negara dan Tuntutan Kesejahteraan

Tidak hanya menyoroti MBG, Ribka juga menyindir bahwa negara selama ini belum mampu memberikan “buku rohaniawan” sekalipun untuk menyejahterakan rakyat. Ia menegaskan bahwa program seperti MBG tidak akan efektif jika angka pengangguran masih tinggi dan akses pendidikan masih berbayar.

Konteks dan Reaksi Publik

Pernyataan Ribka muncul di tengah hangatnya pembahasan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi andalan pasangan calon tertentu di Pilpres 2024. Istilah “MBG Makanan Beracun Gratis” langsung menjadi trending di pencarian mesin pencari (Google Trends) dalam beberapa jam setelah videonya beredar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kubu pemenang Pilpres yang menggagas program MBG belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan “makanan beracun gratis” tersebut. Namun, para pendukung program menilai pernyataan Ribka terlalu hiperbola dan tidak mendidik.

Kesimpulan:

Pernyataan kontroversial Ribka Tjiptaning ini mengingatkan publik pada debat klasik dalam kebijakan sosial: Apakah program bantuan pangan (MBG) lebih prioritas daripada pendidikan gratis dan penciptaan lapangan kerja? Mataconews akan terus memantau perkembangan respon dari pihak penggagas program MBG. (A)

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Menko Yusril Ihza Mahendra menceritakan terdapat dua perbedaan terkait proses pengangkatan Kapolri. Namun Presiden Tetap Percaya kepada DPR RI

Mataconews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan adanya…

4 jam ago

Hendropriyono: “Amin Rais, Telah Melakukan Pembunuhan Karakter Terhadap Mayor Teddy”

Panas. Pernyataan tokoh bangsa Amin Rais, tidak hanya telah membuat ruangan istana gerah, melainkan juga…

1 hari ago

Amien Rais, Mempertanyakan Orientasi Seksualitas Mayor Teddy. KSP Dudung Abdurrahman, Bela Teddy

Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas…

2 hari ago

Presiden Bicara Program Sekolah Rakyat, Mensos, Bicara Proyek, “Sepasang Sepatu 700. Ribu” ?

Fenomena pengadaan sepatu untuk sekolah rakyat sebesar 700 ribu sepasangnya menuai komentar publik luas, lantaran…

2 hari ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengkaji pengadaan sepatu 700 Ribu Sepasang Dalam Program Sekolah Rakyat

Kementerian sosial, kembali membuat kebijakan politik yang menarik perhatian publik tanah air, terkait dengan program…

3 hari ago

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, Telah Mempermalukan Presiden Prabowo Subianto, di May Day, “Menolak MBG” ?

Fenomena Hari Buruh, atau May Day, yang berlangsung di Monas, Jakarta, 2 Mei 2026, menyisakan…

3 hari ago