Jakarta – Mataconews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, angkat bicara terkait insiden yang terjadi dalam perayaan May Day (Hari Buruh) di Monas. Ia dengan tegas membantah adanya upaya sengaja dari pihak buruh untuk mempermalukan Presiden Prabowo Subianto terkait program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Andi Gani menjelaskan bahwa momen yang viral di media sosial perlu dilihat secara utuh. Insiden terjadi saat Presiden Prabowo melontarkan dua pertanyaan kepada massa buruh.
“Teman-teman bisa melihat secara utuh video tersebut. Ketika Presiden menyampaikan program MBG, semua bertepuk tangan. Namun, ketika pertanyaan kedua ‘Apakah MBG bermanfaat atau tidak?’, banyak yang menjawab tidak,” ujar Andi Gani.
Menurutnya, jawaban “tidak” dari sebagian buruh bukanlah bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan karena faktor personal.
“Nah, ketika kami sampaikan kepada anggota, ‘Kenapa kamu menjawab tidak?’ Karena memang mereka lajang dan belum menikah. Yang bertepuk tangan antusias justru yang sudah berkeluarga,” jelasnya.
Baca juga : MBG adalah makanan sehat, bukan makanan enak
Ia pun mengajak publik untuk menonton ulang video May Day secara utuh. Andi Gani menegaskan bahwa tidak ada arahan dari pimpinan Konfederasi untuk melakukan gerakan yang sifatnya mempermalukan kepala negara.
“Kami, pimpinan Konfederasi, tidak melihat adanya gerakan-gerakan buruh yang kemarin di Monas sengaja mempermalukan Presiden. Tentu tidak ada. Kami sangat sayang kepada Presiden Prabowo yang sudah sangat memberikan perhatian kepada buruh,” tegasnya.
Apresiasi setinggi-tingginya pun disampaikan karena Presiden Prabowo disebutkan hadir dua kali dalam perayaan May Day. Ia optimistis tahun depan Presiden akan kembali hadir.
“Bayangkan, dua kali beliau hadir. Dan pasti tahun depan beliau hadir, saya sangat yakin,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Gani mengingatkan agar publik tidak mencampuradukkan suasana perayaan dengan satu pernyataan spontan dari sebagian buruh.
“Janganlah kita mencampur adukan sesuatu yang luar biasa kemarin, lalu karena ada satu pernyataan dari Presiden yang dijawab ‘tidak’ oleh buruh, langsung diambil sikap bahwa gerakan buruh menolak program Presiden. Itu tentu sangat tidak baik,” pungkasnya. (A)
Mataconews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan adanya…
Panas. Pernyataan tokoh bangsa Amin Rais, tidak hanya telah membuat ruangan istana gerah, melainkan juga…
Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas…
Fenomena pengadaan sepatu untuk sekolah rakyat sebesar 700 ribu sepasangnya menuai komentar publik luas, lantaran…
Kementerian sosial, kembali membuat kebijakan politik yang menarik perhatian publik tanah air, terkait dengan program…
PDI-P kembali membuat kejutan politik di ruang publik. Seorang diantaranya ialah Ribka Tjiptaning. Mantan anggota…