Mataconews – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Dr. Ermi menegaskan bahwa konsep utama MBG adalah makanan sehat dan bergizi, bukan makanan enak menurut selera umum.
Pernyataan tegas itu disampaikan menanggapi sektor dapur mitra SPPG yang dinilai belum sepenuhnya sesuai standar.
“MBG ini bukan makan enak. Tapi makan sehat, makan bergizi,” ungkap Dr. Ermi.
Aturan Tegas: Dapur Tak Layak Ditutup Sementara
Dr. Ermi menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh dapur mitra.
· Dapur tidak sesuai standar akan ditutup sementara (suspend).
· Mitra dan kepala SPPG yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) menu juga bakal kena suspend..
“Suspensi diberikan sampai mereka melakukan perbaikan,” tegasnya.
Dampak Suspensi: Mitra Rugi Rp6 Juta
Sanksi suspend bukan sekadar teguran. Dr. Ermi mengingatkan konsekuensi finansial yang nyata:
“Nah kalau udah kena suspend, 6 jutanya gak dapet loh mbak. Lah rugi kan mitranya. Makanya jangan macam-macam.”
Pendekatan ini diharapkan memaksa mitra benar-benar mematuhi standar gizi dan kebersihan.
Baca juga : Gus Miftah, MBG adalah program, bukan proyek
Soal Gizi: Ayam Potong 8 atau 10 Sudah Cukup
Menurut Dr. Ermi, kandungan gizi telah diukur berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang sudah ditetapkan.
· Contoh: Ayam potong ukuran 1 ekor untuk 8 atau 10 porsi dinilai cukup.
· Fokus MBG bukan pada kelezatan, tetapi pada terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian.
Peran SPPG sebagai Pengawas, Bukan Pebisnis
Dr. Ermi juga mengklarifikasi status SPPG yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).
· ASN tidak boleh berbisnis.
· Mereka berperan sebagai fungsi kontrol dan pengawas pengelolaan bahan baku serta operasional dapur mitra.
“Ya mereka tidak boleh berbisnis, tapi mereka boleh menjadi fungsi kontrol pengawasnya.”
Soal Biaya Rp6 Juta & IFAL: Pembelian Waktu?
Terkait biaya Rp6 juta yang dibebankan kepada mitra, Dr. Ermi menyebut hal itu sebagai bentuk pembelian waktu terhadap proses perbaikan, terutama dalam mencegah risiko kontaminasi dan bau (IFAL).
“IFAL itu sangat krusial karena menjaga supaya jangan terjadi bau atau kontaminasi dengan penyakit. Nah artinya dengan 6 juta itu, si mitra akhirnya mengganti. Dari situlah kita melihat bahwa ini ada pembelian waktu terhadap permasalahannya.”
Tahun 2025: Tahun Peningkatan Kualitas MBG
Menutup pernyataannya, Dr. Ermi menegaskan bahwa tahun ini adalah tahun peningkatan kualitas program MBG di semua lini:
1. Kualitas makanan
2. Kualitas infrastruktur
3. Kualitas sumber daya manusia
“Sedang kita hajar tahun ini,” pungkasnya. (A)
Mataconews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan adanya…
Panas. Pernyataan tokoh bangsa Amin Rais, tidak hanya telah membuat ruangan istana gerah, melainkan juga…
Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas…
Fenomena pengadaan sepatu untuk sekolah rakyat sebesar 700 ribu sepasangnya menuai komentar publik luas, lantaran…
Kementerian sosial, kembali membuat kebijakan politik yang menarik perhatian publik tanah air, terkait dengan program…
PDI-P kembali membuat kejutan politik di ruang publik. Seorang diantaranya ialah Ribka Tjiptaning. Mantan anggota…