Hukum

Mahfud MD : “Satu Perpustakaan Hukum, Tidak Ada Artinya Jika tidak Mengambil bagian Dalam Politik”

Berbagi and sharing

Mataconews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus Mantan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD, kembali melontarkan pernyataan tegas mengenai hubungan antara ilmu hukum dan politik. Menurutnya, menguasai ribuan undang-undang tanpa terlibat dalam politik hukum sama saja sia-sia.

“Sepintar apa pun kalau tidak ambil bagian di politik untuk ikut serta mengatur, hilang ilmu—munda (mundur) ada semua,” ujar Mahfud.

Politik Bisa Mengganti Hukum Sewaktu-waktu

Mahfud mengutip teori dari seorang ahli bernama Kitzman untuk memperkuat argumennya.

“Sepintar apa pun kamu hafal dua ribuan undang-undang di sebuah perpustakaan, tapi begitu parlemen (politik) mengatakan ganti ini hukum, bubar semua. Satu perpustakaan ilmu hukum itu nggak ada artinya.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa politik memiliki kuasa besar untuk mengubah tatanan hukum, meskipun seseorang memiliki memori luar biasa terhadap pasal-pasal dalam undang-undang.

Politik Tidak Bisa Dihindari, Tapi Tergantung Pelakunya

Lebih lanjut, Mahfud menekankan bahwa politik adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, anggapan bahwa politik itu haram atau buruk perlu diluruskan.

“Politik ini tidak bisa dihindari. Orang mengatakan politik itu haram, politik jelek, nggak bisa. Itu tergantung orangnya juga,” tegas Mahfud.

Artinya, baik buruknya politik sangat ditentukan oleh siapa yang menjalankannya. Politik bisa menjadi alat kebaikan jika diisi orang-orang berintegritas.

Pesan Moral: Jangan Hanya Jadi Penonton

Pesan utama dari pernyataan Mahfud MD ini adalah ajakan untuk tidak hanya menjadi “kutu buku” hukum yang berdiam diri di perpustakaan. Ia mendorong para akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat yang peduli pada hukum untuk turut ambil bagian dalam politik—setidaknya dalam politik hukum yang mengatur jalannya pemerintahan.

Kesimpulannya: Ilmu hukum tanpa kekuasaan politik nyaris tak bermakna. Sebaliknya, politik tanpa ilmu hukum akan berjalan tanpa arah. (A).

Admin Matacon

Aswin di percaya sebagai pimred media portal berita mataconews. Dirinya, adalah seorang yang gemar sekali memulung hikmah dari kalangan bawah, marginal. Kini dirinya, aktif sebagai seorang Content kreator, Freelance writer, dan juga aktif di Komunitas Masyarakat Sastra Jakarta

Recent Posts

Menko Yusril Ihza Mahendra menceritakan terdapat dua perbedaan terkait proses pengangkatan Kapolri. Namun Presiden Tetap Percaya kepada DPR RI

Mataconews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan adanya…

1 hari ago

Hendropriyono: “Amin Rais, Telah Melakukan Pembunuhan Karakter Terhadap Mayor Teddy”

Panas. Pernyataan tokoh bangsa Amin Rais, tidak hanya telah membuat ruangan istana gerah, melainkan juga…

3 hari ago

Amien Rais, Mempertanyakan Orientasi Seksualitas Mayor Teddy. KSP Dudung Abdurrahman, Bela Teddy

Mataconews – Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan oleh tokoh senior Amien Rais yang mempertanyakan orientasi seksualitas…

3 hari ago

Presiden Bicara Program Sekolah Rakyat, Mensos, Bicara Proyek, “Sepasang Sepatu 700. Ribu” ?

Fenomena pengadaan sepatu untuk sekolah rakyat sebesar 700 ribu sepasangnya menuai komentar publik luas, lantaran…

4 hari ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengkaji pengadaan sepatu 700 Ribu Sepasang Dalam Program Sekolah Rakyat

Kementerian sosial, kembali membuat kebijakan politik yang menarik perhatian publik tanah air, terkait dengan program…

4 hari ago

Kontroversial. DPP PDIP Ribka Tjiptaning mengatakan : “MBG Adalah Makan Beracun Gratis”

PDI-P kembali membuat kejutan politik di ruang publik. Seorang diantaranya ialah Ribka Tjiptaning. Mantan anggota…

5 hari ago