Nasional

MBG DI KRITIK DI RUANG PUBLIK BGN, BICARA TENTANG : “KETENTUAN SYARAT DAN KETENTUAN”

Berbagi and sharing

JAKARTA – MATACONEWS. Fenomena Program Nasional Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Gibran Rakabuming Raka, berusaha Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dikritik di ruang publik, Presiden Prabowo Subianto, tetap santai dan ogah menghentikannya, lantaran terkait dengan anak anak Indonesia kedepan, yang lebih cerdas, dan mewujudkan Indonesia emas yang Mandiri, tidak lagi tergantung dengan negara-negara asing.

Baca juga : Program MBG Presiden Prabowo Versus PDI-P

Sebagaimana diketahui, program nasional itu, merujuk pada negara-negara yang dianggap berhasil yang menjalankan program nasionalnya, seperti negara Asia, terutama China. Dan terungkap, negara China, berhasil melakukan lompatan yang sangat signifikan dalam hal sosial, politik, dan ekonomi global, termasuk didalamnya mengembangkan kemampuan Ilmu dan teknologinya.

Klarifikasi dari Pemerintah dan DPR: Anggaran MBG Tidak Mengganggu Pendidikan

Pihak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membantah adanya pengambilan dana pendidikan untuk program MBG. Mereka memberikan beberapa poin klarifikasi:

· Anggaran Pendidikan Justru Ditambah: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa program MBG tidak mengganggu postur anggaran pendidikan. Bahkan, Presiden Prabowo justru menambah anggaran pendidikan melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang diarahkan untuk perbaikan sarana prasarana, peningkatan mutu, dan kesejahteraan guru .

· Pos Anggaran yang Berbeda: Dalam Rapat Kerja dengan Komisi X, kementerian terkait menegaskan bahwa anggaran MBG berdiri terpisah dari anggaran pendidikan. Meskipun dalam postur APBN secara administratif mungkin masuk ke dalam kelompok anggaran pendidikan, tujuannya adalah untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, yang pada akhirnya memperkuat tujuan pendidikan nasional .

.Fokus pada Infrastruktur Sekolah: Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan agar pemerintah daerah tidak menggunakan dana pendidikan untuk program MBG. Sebaliknya, dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur sekolah seperti membangun kelas, memperbaiki atap bocor, dan terutama merenovasi toilet yang menjadi perhatian khusus beliau. Program MBG sendiri dijalankan secara terpusat oleh Badan Gizi Nasional .

BGN, Ungkap Syarat Dan Ketentuan Ketat Mitra SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional angkat bicara menanggapi fenomena keracunan dan isu keuntungan sepihak dalam program MBG. BGN menegaskan bahwa program ini dijalankan dengan syarat dan ketentuan yang ketat bagi mitra SPPG. Berikut fakta-faktanya:

1. Pendapatan Kotor vs Investasi Awal

· Angka Rp 1,8 miliar yang beredar adalah pendapatan kotor maksimal per tahun, bukan keuntungan bersih. Hitungannya: Rp 6.000 x 313 hari operasional (Minggu libur) = Rp 1.878.000.000 per tahun.

· Mitra wajib membangun SPPG sesuai petunjuk teknis 401.1 tahun 2026 dengan estimasi investasi awal Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar (tergantung harga tanah), yang merupakan biaya investasi (capital expenditure).

2. Break Even Point (BEP) 2–2,5 Tahun

Dengan nilai investasi besar dan pendapatan kotor Rp 1,8 miliar per tahun, titik impas baru tercapai dalam waktu 2 hingga 2,5 tahun. Pada tahun pertama dan kedua, mitra belum menikmati keuntungan bersih karena digunakan untuk menutup modal investasi dan depresiasi alat.

Risiko yang Harus Ditanggung Mitra SPPG

BGN memberlakukan sejumlah risiko kepada mitra SPPG untuk menjamin kualitas dan kepatuhan:

· Kontrak Hanya Satu Tahun: Perpanjangan kontrak bersifat mutlak di tangan BGN berdasarkan audit kepatuhan, higienitas, dan kinerja operasional.· Pemeliharaan Alat dan Gedung: Mitra wajib menanggung seluruh biaya pemeliharaan gedung dan peralatan utama, termasuk penyusutan nilai aset akibat penggunaan terus-menerus.

· Risiko Renovasi atau Relokasi: Jika SPPG tidak sesuai standar BGN (misalnya alur berpotensi kontaminasi silang) atau mendapat penolakan permanen dari warga, mitra wajib merelokasi dengan biaya 100% ditanggung sendiri. BGN tidak memberikan kompensasi atas kesalahan atau risiko sosial mitra.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan di tengah kritik. Pemerintah dan BGN memastikan bahwa program ini dikelola dengan transparan dan akuntabel, termasuk melalui syarat ketat bagi mitra SPPG. Dengan target jangka panjang mencetak generasi emas, Presiden Prabowo optimistis program ini akan membawa Indonesia menuju kemandirian dan kemajuan.

Pantau terus perkembangan program MBG dan kebijakan pemerintah lainnya hanya di portal berita terpercaya, mataconews. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri…

21 jam ago

Pramono Anung Sindir Politikus Pindah Partai: “Tak Akan Pernah Jadi Besar!”

Mataconews - Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan menohok terkait loyalitas partai politik.…

2 hari ago

Sayembara Kritik : “Lemahnya Ekosistem Seni Dalam Ruang Apresiasi

Mataconews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai acara Penganugerahan Pemenang Sayembara Kritik Sastra…

5 hari ago

Peluncuran Buku Enam Simponi Aksara Telah Menampar Wajah Literasi Betawi ?

Mataconews, Jakarta – Suasana seni dan sastra semakin semarak di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta…

5 hari ago

Presiden Prabowo Subianto, Singkap Tabir Kepalsuan Ekonomi

Jakarta, Nataconews - Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkapkan adanya praktik pemalsuan data, pemalsuan dagang,…

1 minggu ago

Kental Kekuasaan. Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Ditahan

Mataconews - Jakarta. Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus),…

1 minggu ago