Politik

PDI-P Bertengkar Internal soal Anggaran MBG: Said Abdullah Pasang Badan Lawan Adian Napitupulu di DPR RI

Berbagi and sharing

JAKARTA – MATACONEWS, 1 Maret 2026 – Kontroversi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu pertengkaran internal PDI-P di DPR RI. Kader partai besutan Megawati Soekarnoputri ini saling tuding soal sumber dana MBG yang diduga ambil jatah APBN Pendidikan 20%. Fenomena tarik ulur politik PDI-P ini ramai diperbincangkan publik nasional.

Tarik Ulur Politik PDI-P soal Anggaran MBG DPR RI

DPP PDI-P, diwakili Adian Napitupulu, menggelar konferensi pers kritis terhadap anggaran MBG, Jakarta, 25 Februari 2026. Menurut Adian, dana program unggulan Prabowo ini diambil dari APBN Pendidikan Nasional sebesar 20%, yang seharusnya prioritas anak usia dini dan PAUD. Strategi ini disebut sebagai “politik tarik ulur”: isu ditarik ke ruang publik untuk cari simpati, lalu ditarik ulang jika gagal.

Baca juga : Program MBG Presiden Prabowo Versus PDI-P

Program MBG sendiri telah disetujui lintas fraksi di DPR RI sejak APBN 2025-2026. Namun, manuver PDI-P ini memicu perdebatan sengit di Senayan, Jakarta, antara kadernya sendiri.

Said Abdullah Sangkal Isu DPP PDI-P, Siap Bertanggung Jawab

Berbeda pendapat, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah, kader senior PDI-P, menyangkal tudingan rekan sejawatnya. “Anggaran MBG sudah dibahas dan disetujui pemerintah sejak 2025-2026, tertuang dalam APBN. Seluruh fraksi, termasuk PDI-P, bulat menyetujui,” tegas Said Abdullah, politisi berkepala plontos ini.

Said bahkan siap pasang badan demi bela kesepakatan itu. “Saya dan seluruh anggota DPR bertanggung jawab etik dan konstitusional atas persetujuan anggaran MBG. Kami, terutama saya sebagai Ketua Banggar, tidak akan berpaling,” janjinya di ruang publik.

Pertengkaran internal PDI-P ini menarik perhatian publik jelang pembahasan APBN 2027. Apakah ini strategi oposisi atau konflik kepentingan fraksi?

Klarifikasi Anggaran : MBG Tidak Mengganggu Anggaran Pendidikan

PendidikanIsu penggunaan dana pendidikan untuk MBG juga dibantah keras oleh pemerintah dan DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa anggaran pendidikan justru bertambah melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang difokuskan pada perbaikan sarana prasarana sekolah, peningkatan mutu guru, dan kesejahteraan pendidik.Dalam rapat kerja dengan Komisi X, kementerian terkait memastikan bahwa pos anggaran MBG terpisah dari anggaran pendidikan. Meski secara administratif masuk dalam kelompok anggaran pendidikan, tujuannya jelas untuk mendukung terciptanya SDM sehat dan cerdas. Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan agar dana pendidikan tidak digunakan untuk MBG, melainkan untuk renovasi infrastruktur sekolah seperti kelas, atap bocor, dan toilet.

(A)

Admin Matacon

Recent Posts

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

20 jam ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

3 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago

IKAMA, Warung Madura Buka 24 Jam, “Kami Multifungsi”

Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…

3 minggu ago