Mataconews – Jakarta. Maenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maruarar Sirait, baru-baru ini menunjukkan sikap tegasnya di hadapan publik. Dalam sebuah perdebatan dengan tokoh kontroversial Hercules, Menteri yang akrab disapa Ara secara vokal menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap siapapun.
Pernyataan keras ini disampaikan Maruarar terkait sengketa lahan yang diduga dikuasai secara ilegal. Ia menekankan bahwa seluruh proses hukum telah beres, dan tidak boleh ada lagi pihak yang menghalangi pemanfaatan aset negara untuk rakyat.
“Saya Mau Bangun untuk Rumah Rakyat”
Dalam video yang beredar dan dilansir Mataconews, Menteri Maruarar dengan lantang menyatakan fokus utamanya adalah pembangunan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk pengembang.
“Duaan saya mau membangun untuk rumah rakyat disini. Kalau negara punya hal ini pun saya serahkan. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya,” tegas Menteri Maruarar.
Ia juga mempertanyakan langsung kepada Direktur Utama terkait kendala di lapangan. Menurutnya, jika tanah tersebut sudah memiliki kekuatan hukum tetap sebagai milik negara, seharusnya tidak ada lagi masalah.
Menteri Maruarar mengaku telah memastikan status hukum aset tersebut.
“Ini saya menganggap bahwa hukumnya udah beres, ya. Jamin, ya. Ini berarti mencari keberanian, kan? Mencari ketegasan, ya. Ya sudah, kasih sama yang berani aja. Digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya dengan nada tinggi.
Ia juga menuding bahwa Kommas (diduga Komando Markas) saat ini menempati lahan tersebut secara ilegal.
Pesan Tegas: Negara Jangan Sampai Kalah
Puncak pernyataan Menteri Maruarar menjadi sorotan publik ketika ia berkata:
“Negara tidak boleh kalah terhadap siapapun.”
Pernyataan ini langsung menjadi viral dan menuai beragam reaksi. Banyak pihak menilai bahwa langkah Menteri Maruarar menunjukkan keberanian politik untuk membersihkan aset negara dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dengan semangat “negara tidak boleh kalah”, Maruarar Sirait berkomitmen untuk mengamankan aset milik negara dan memanfaatkannya sebesar-besarnya untuk program rumah rakyat. (A).
Fenomena oknum aparat hukum, kembali menguat kepermukaan Publik tanah air. Hal itu, terungkap secara eksplisit…
Kasus ijazah palsu Jokowi, memasukkan babak baru, yang semakin panas pasca tersangka Rismon Sianipar, mendapatkan…
Mantan wakil presiden RI, periode 2014-2019, Jusuf Kalla, kembali melakukan kritik terhadap kebijakan politik pemerintahan…
Dari luar negeri, Menteri MenKo Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan konferensi pers terkait dengan pembatasan atau…
Pengacara Ade Darmawan, kembali mendatangi panggilan Polda Metrojaya, terkait dengan penandatanganan berkas perkara yang dilaporkannya.…
Pengacara Farhat Abbas dan Rismon, berusaha membongkar diduga adanya hubungan emosional-perselingkuhan ntara Tifa dengan Refly…