Sejumlah preman di amankan pihak berwajib. (Foto: Republika/Ilustrasi)
Fenomena premanisme di Indonesia, sudah lumayan sangatlah mengkhawatirkan. Tidak hanya di kota, di desa pun sama saja. Tumbuh subur dan berkembangnya premanisme, tidaklah berdiri sendiri, melainkan terkait dengan orang orang di belakangnya, yang membekingi, atau melindunginya, sehingga para preman itu berani bertindak.
Fenomena premanisme, membuat para pekerja perkebunan merasakan ketidaknyamanannya, terutama di wilayah Sulawesi Selatan. Para preman di desa Bila, Kecamatan Pitu Riase, Sulawesi Selatan. Mereka para preman itu, memeras dan merampas hasil bumi masyarakat sekitar, berupa hasil bumi Jagung dan Kelapa sawit.
Kronologis peristiwa: ✔️tanggal 21 Oktober 2025merampas 1 truk bermuatan sawit ✔️tanggal 24 Oktober 2025merampas 1 truk bermuatan jagung dugaan PMH dan penyalahgunaan wewenang melakukan pemerasan dan perampasan HASIL BUMI 2 truk (jagung) dan1 truk (sawit) karena menolak bayar permintaan mereka.Nilai kerugian warga ratusan juta rupiah. Antara lain :warga Kampung Wala Kelurahan Batu Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.(Kontributor, Awaluddin : Sekretaris Pemantau Keuangan Negara -PKN, Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan)
JAKARTA — Fenomena politik Jakarta kembali mewarnai ruang publik di Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran,…
Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…
Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…
Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…
Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…
Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…