Reformasi Polri kembali menjadi sorotan publik seiring tuntutan agar polisi nakal ditindak tegas. Penegakan disiplin dan sanksi terhadap oknum kepolisian dinilai sebagai langkah krusial untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Fenomena polisi nakal dalam lembaga kepolisian itu, telah melahirkan kekecewaan mendalam bagi publik luas di tanah air, sehingga Lembaga kepolisian pun tercoreng negatif, meluncur tajam kebawah tingkat kepercayaannya.
Polisi Indonesia, diduga dianggap telah membangun relasi personal, sehingga melahirkan peristiwa kepentingan personal dan kelompok tertentu, merugikan sebagian besar kepentingan rakyat Indonesia yang seyogyanya, harus dikedepankan sesuai konstitusi
REFORMASI AKHLAK
Dalam menyikapi fenomena itu, Lembaga kepolisian membuka layanan terbuka secara online kepada publik luas di tanah air, sebagai upaya untuk mewujudkan presisi dan reformasi politik. Layanan itu, telah di publish Polri melalui sejumlah media sosialnya, dengan cara melakukan scan barcode ‘LAPOR PAK BERES’.
Dalam laporan itu, pelapor diminta untuk melakukan verifikasi dan validasi KTP, membuat laporan kronologis peristiwa, dan setelah terkirim, pelapor diminta untuk mencatat atau screenshot, untuk melakukan check status laporannya (apakah sudah ditindaklanjuti ataukah belum). Dan pihak polisi akan menjaga dan menjamin identitas pelapor. (Aswin/mataconews).
JAKARTA — Fenomena politik Jakarta kembali mewarnai ruang publik di Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran,…
Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…
Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…
Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…
Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…
Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…