Politik

Politisi Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, Mengungkapkan : “ Mereka Yang Meminta MBG Dihentikan Adalah Para Maling “

Berbagi and sharing

Mataconews – Pernyataan keras kembali dilontarkan oleh Politisi Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, terkait ramainya kritik terhadap program Politisi Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menyebut pihak yang meminta program MBG dihentikan adalah “para maling”. Simak pernyataan lengkapnya dan alasan di balik kritik pedas ini., Makan Bergizi Gratis (MBG). Teddy justru membalikkan tuduhan dengan menyebut bahwa pihak-pihak yang menyerukan penghentian program tersebut adalah “para maling.”

Menurut Teddy, seruan untuk menghentikan MBG sama saja dengan merampas hak anak-anak dan ibu hamil yang seharusnya menerima asupan gizi serta pendidikan.

Baca juga : Presiden Prabowo Subianto, Mempertaruhkan Kepemimpinannya Untuk MBG

“Kalau sampai ada orang-orang yang mengatakan bahwa MBG itu adalah maling, akhirnya MBG itu harus dihentikan, maka sebenarnya orang-orang itu yang maling sebenarnya. Mereka merampas hak anak-anak, merampas hak ibu-ibu hamil,” ujar Teddy dalam pernyataannya baru-baru ini.

Bukan Sekadar Kritik, tapi Pencari Viral

Teddy menilai keras bahwa para pengkritik program tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga hanya mengejar popularitas semata. Ia menyebut mereka sebagai “pengejar viral” yang menyampaikan pendapat tanpa dilandasi ilmu yang memadai.

“Mereka menyampaikan sesuatu itu tanpa ilmu. Yang penting viral. Harus ada clickbait di media,” tegasnya.

Pengalaman Debat Tanpa Isi

Menambahkan argumennya, Teddy mengaku sudah beberapa kali berhadapan dengan para pengkritik tersebut, baik di acara televisi maupun podcast. Namun, ia menilai tidak satu pun dari mereka yang memiliki substansi pembahasan yang jelas.

Ia mencontohkan salah satu pengalaman debatnya dengan seorang tokoh yang kerap mengkritik kebebasan berpendapatan di Indonesia. Teddy mengklaim lawan debatnya tidak mampu menjawab pertanyaan mendasar terkait dalih “kebebasan dikebiri” yang kerap mereka gembar-gemborkan.

“Ketika saya tanya, apa yang dikebiri terhadap Anda selama ini sudah menyuarakan? Nggak bisa jawab,” ujar Teddy.

Ia juga menyoroti momen demonstrasi terkait isu tiga periode yang sempat ramai di era pemerintahan sebelumnya. Teddy menilai para penggerak aksi tersebut tidak paham tujuan dan institusi mana yang seharusnya menjadi tujuan aspirasi mereka.

“Mereka lari ke DPR, padahal yang bisa mengamandemen UUD 1945 adalah MPR. Ketika saya debat, dia nggak tahu. Yang penting kelihatan heroik,” pungkasnya. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

21 jam ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

3 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago

IKAMA, Warung Madura Buka 24 Jam, “Kami Multifungsi”

Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…

3 minggu ago