AGAMA

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Berbagi and sharing

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan tegas mengungkap adanya dugaan kuat praktik kartel dan mafia haji yang meresahkan calon jemaah.

Dalam pernyataannya, Dahnil menyebut bahwa struktur kartel ini sudah merambah hampir di semua lini penyelenggaraan. Yang lebih memprihatinkan, pelaku utama dari praktik ilegal ini justru berasal dari kalangan yang seharusnya menjadi panutan umat.

“Kartel haji itu fakta, Pak. Hampir di semua lini ada kartelnya,” ujar Dahnil. “Yang menyedihkan, pelaku kartel-kartel ini adalah orang-orang yang paham agama. Mohon maaf, para ustadz, para kiai, dan bisa jadi dari ormas.”

Modus Penipuan dan Kerugian Ratusan Miliar

Salah satu modus yang diungkap oleh Wamen adalah penipuan berkedok badal haji dan dam (denda ibadah). Praktik ini dinilai sangat merugikan karena pelaku mampu mengumpulkan dana hingga puluhan miliar rupiah dalam satu musim haji.

Dahnil bahkan membeberkan data tangkapan yang cukup mencengangkan. “Ada satu KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang kami OTT (Operasi Tangkap Tangan). Dia sudah mengumpulkan Rp 2 miliar, ada juga yang Rp 1,4 miliar,” bebernya.

Meskipun tindakan penangkapan dilakukan di luar yurisdiksi hukum Indonesia (kemungkinan di Arab Saudi), Dahnil menegaskan bahwa para pelaku tetap akan diproses saat kembali ke Tanah Air. “Nanti pas kembali, langsung diambil oleh Polda, misalnya Jawa Barat. Begitu mendarat, langsung diambil,” tegasnya.

PR Besar Umat Islam Indonesia

Yang menjadi sorotan utama dari pernyataan Wamen adalah profil para pelaku. Menurut Dahnil, praktik mafia ini banyak melibatkan oknum yang memiliki status sosial keagamaan tinggi, seperti ajengan, kiai, atau ustadz.

“Ini PR kita semua yang berasal dari ormas, ya ustadz. Yang berstatus ustadz, mengaku dirinya ustadz, mengaku dirinya ajengan, mengaku dirinya kiai. Ini PR kita semuanya dari kelompok Islam,” pungkasnya dengan nada tegas.

Pernyataan ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama dan ormas Islam, untuk bersama-sama membersihkan praktik-praktik kecurangan yang mencoreng nama baik ibadah haji. (A)

Admin Matacon

Recent Posts

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

17 jam ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

3 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago

IKAMA, Warung Madura Buka 24 Jam, “Kami Multifungsi”

Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…

3 minggu ago