Hukum

Politisi PPP, Muhammad Romahurmuziy, mengatakan : “Koruptors Harus Perbanyak Sedekah Kepada Aparat Penegak Hukum, Jika Ingin 86”

Berbagi and sharing

Mataconews – Nama politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, atau yang akrab disapa Romi, kembali menjadi sorotan publik. Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas, ia melontarkan pandangan kontroversial terkait perilaku korupsi di kalangan pejabat di Indonesia.

Romi secara blak-blakan menyatakan bahwa tingkat korupsi di kalangan pejabat sangatlah tinggi. Bahkan, ia menyebutkan angka yang mengejutkan.

“Saya selalu mengatakan bahwa di Indonesia itu yang namanya pejabat, 99% itu korup,” ujar Romi dalam keterangannya yang dikutip Mataconews.

Menurut Romi, meskipun persentasenya besar, terdapat lima hal mendasar yang membedakan para pejabat tersebut. Kelima faktor inilah yang kemudian menentukan apakah seorang pejabat akan berurusan dengan hukum atau tidak.

Berikut adalah 5 faktor pembeda yang disebutkan oleh Romahurmuziy:

1. Besar Kecilnya Nilai Korupsi

Romi menyebut bahwa besaran uang yang dikorupsi menjadi pembeda pertama. Mulai dari nominal kecil hingga yang bernilai fantastis.

2. Modus Operandi

Cara yang digunakan dalam melakukan tindak pidana korupsi juga menjadi pembeda. Romi menyebut beberapa modus seperti pengadaan fiktif hingga underspec (spesifikasi di bawah ketentuan).

3. Ketahuan atau Tidak

Faktor ini menjadi titik kritis. Romi menekankan apakah tindak pidana tersebut berhasil terendus atau luput dari pengawasan.

4. Bisa Dibuktikan atau Tidak

Jika suatu kasus ketahuan, maka tahap selanjutnya adalah apakah aparat penegak hukum bisa mengumpulkan bukti yang cukup untuk memprosesnya.

5. Banyak Sedekahnya atau Tidak

Poin kelima inilah yang paling menyita perhatian. Romi menyebut bahwa faktor “banyak sedekah” atau relasi dengan aparat penegak hukum menjadi penentu akhir.

“Karena kalau banyak sedekahnya, 86 juga,” ujar Romi, merujuk pada pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang sering dikaitkan dengan penghentian penyidikan.

Baca Juga : Antroposentris, Pejabat Indonesia 99 % Korup

Romi kemudian menyimpulkan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan merupakan isu global. Menurutnya, korupsi pada dasarnya hanya bisa dilakukan oleh aktor yang memiliki akses terhadap kekuasaan.

“Bahwa korupsi itu yang bisa melakukan adalah aktor yang ada di dalam kekuasaan,” pungkasnya.

Pernyataan Romahurmuziy ini pun langsung memicu beragam reaksi. Sebagian kalangan menilai pernyataan tersebut sebagai kritik pedas terhadap sistem hukum yang dinilai masih tebang pilih, sementara yang lain menganggap pernyataan “99% pejabat korup” terlalu generalis dan tidak berdasar data empiris.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dan aparat penegak hukum belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan politisi PPP tersebut. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

Bank BJB Diduga Beri Kredit Jaminan Sertifikat Tanah Tanpa Izin Pemilik, Istri Kaget Suami Pinjam Uang Pakai Sertifikat Miliknya

Banten - Dugaan pelanggaran prosedur perbankan kembali mencuat ke publik. Bank BJB (Bank Pembangunan Daerah…

18 jam ago

Quo Vadis AJ-DKJ? Polemik Kepemimpinan dan Gugatan Hukum Mewarnai Diskusi Terbuka

Jakarta – Isu kepemimpinan di Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali mencuat…

3 hari ago

Malam Puncak HUT RI Ke-81 di RW 01 Kemayoran: Antusiasme Warga Tereduksi oleh Teknis Acara

Jakarta, Mataconews – Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa di berbagai penjuru…

2 minggu ago

Mengenang Masa Lalu, RW 01, Gelar Hiburan Layar Tancap

Jakarta, Matacones.com – Dalam rangka memperingati satu abad kemerdekaan Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI ke-81,…

3 minggu ago

Pejabat Sidak Tanpa Bertindak, Ruang Publik Disikat

Mataconews - Jakarta — Keluhan warga soal menyempitnya ruang publik di RW 01 dan RW…

3 minggu ago

IKAMA, Warung Madura Buka 24 Jam, “Kami Multifungsi”

Mataconews - Jakarta. Keberadaan warung-warung di berbagai pelosok negeri menjadi pemandangan akrab bagi masyarakat Indonesia.…

3 minggu ago