MataConews – Nama Gus Miftah, atau nama lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman kembali menjadi sorotan setelah tokoh publik yang juga dikenal sebagai pendakwah ini angkat bicara mengenai program unggulan pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah hangatnya perbincangan publik mengenai implementasi program tersebut, Gus Miftah melontarkan pandangannya yang tegas dan penuh makna.
Menurut Gus Miftah, penting bagi masyarakat untuk membedakan antara program dan proyek. Ia menekankan bahwa MBG pada dasarnya adalah program baik yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengakui bahwa dalam pelaksanaannya di lapangan, terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi.
“MBG itu program, bukan proyek. Banyak program pemerintah pusat itu baik, tetapi eksekusinya kurang baik. Contoh MBG, baik-baik apa enggak? Baik! Tapi cara pengelolaannya kurang baik,” ujar Gus Miftah dalam pernyataannya yang dikutip MataConews.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar kritik yang dialamatkan kepada Presiden tidak melenceng dari sasaran. Gus Miftah menganalogikan permasalahan ini seperti sebuah rumah yang rusak pintunya.
Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto, Mempertaruhkan Jabatannya Untuk MBG
“Kalau caranya yang salah, yang salah bukan presidennya, tapi yang mengelola dapurnya. Kalau rumah pintunya rusak, yang perlu didandani pintunya atau rumahnya yang dirobohkan? Pintunya yang didandani, bukan rumahnya yang dirobohkan,” tegasnya.
Dengan analogi tersebut, Gus Miftah ingin menyampaikan bahwa jika ada kekurangan dalam program MBG, solusinya bukanlah menghentikan program (merobohkan rumah), melainkan memperbaiki bagian yang keliru (membenahi pintu).
“Kalau programnya ini ada yang salah, programnya yang dihentikan apa salahnya yang diperbaiki? Salahnya yang diperbaiki. Dan yang perlu diingat, mohon maaf, MBG itu program bukan proyek,” pungkasnya.
Pernyataan Gus Miftah ini pun menjadi perhatian warganet, mengingat statusnya sebagai tokoh publik yang dekat dengan berbagai kalangan. Ia berharap agar semua pihak bisa lebih bijak dalam menyikapi kebijakan yang sedang berjalan, dengan fokus pada perbaikan teknis di lapangan demi keberhasilan program yang menyasar gizi anak bangsa ini. Dan tetap mengawasinya dilapangan. (A)