Mataconews – Panggung politik nasional kembali memanas. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah tokoh yang disebutnya mengajak rakyat untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya yang beredar luas, Rizieq secara tegas menyoroti munculnya wacana kudeta dan tuntutan Presiden mundur. Ia justru memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menyuarakan pendapat secara argumentatif.
“Sah-sah saja, silahkan. Mahasiswa minta Presiden mundur, silahkan. Yang penting berikan argumentasi yang bagus supaya rakyat bisa memahami,” ujar Rizieq.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat dan mahasiswa mewaspadai oknum provokator. Perhatian utamanya tertuju pada seorang pimpinan lembaga survei yang dulu membela mantan presiden secara habis-habisan.
“Saya lihat sekarang, ada pimpinan lembaga survei yang kemarin jadi termometer. Jual angka, jual survei, ambil duit miliaran. Tau-tau sekarang teriak-teriak mau kudeta. Siapa yang percaya?” sindirnya.
Rizieq juga menyoroti tokoh lain yang disebutnya pernah masuk penjara karena kasus penipuan. Tokoh tersebut, kata Rizieq, dulu menjadi buzzer setia Jokowi dan anti gerakan Islam, namun kini berbalik mengajak revolusi.
“Yang satu tukang survei, yang kedua penipu. Sekarang mengajak rakyat untuk revolusi. Hati-hati! Saya sebut mereka bukan orator, tapi provokator,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Rizieq meminta mahasiswa agar tidak mengundang atau menjadikan tokoh-tokoh tersebut sebagai orator dalam aksi.
“Gerakan mahasiswa yang murni demi bangsa, agama, dan negara, kita dukung. Tapi hati-hati dengan provokator,” pungkasnya. (A).
Pasca pernyataan mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, memberikan keterangan sepihak mengenai Karir Politik Jokowi. Seketika…
Mantan presiden di era pemerintahan SBY dan Jokowi, mengungkapkan emosinya secara meledak ledak, singgung sosok…
Fenomena politik nasional kian dinamis, jika menyaksikan fenomena politik di Solo, Jawa Tengah. Kediaman Presiden…
Anggota DPR RI, bertemu dengan pimpinan polri di gedung kura kura (Senayan). Dalam pertemuan tersebut,…
Fenomena politik nasional kian dinamis pergerakannya, menunju pemilu 2029. Sejumlah kader partai politik, terungkap pindah…
Fenomena politik ditanah air semakin menarik perhatian publik, terutama pernyataan seorang pengamat hukum, Ferry Amsari,…