Mataconews – Polemik soal awal mula karir politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tingkat nasional kembali memanas. Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden RI Prabowo Subianto, dengan tegas membantah pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang sebelumnya mengklaim perannya dalam mendorong Jokowi maju di Pilkada DKI Jakarta 2012.
Hashim justru membeberkan fakta lain: Prabowo Subianto-lah yang pertama kali mengundang Jokowi ke Jakarta dan bahkan mendesak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengusung mantan Wali Kota Solo tersebut.
Awal Mula: Dari Telepon ke Undangan Jakarta
Menurut Hashim, cerita bermula pada April 2011. Saat itu, ia bersama Prabowo tengah membahas calon gubernur DKI Jakarta.
“Saya telepon langsung Pak Jokowi. Saya tanya, ‘Pak, apakah Bapak berminat maju gubernur DKI?’ Beliau jawab, ‘Saya berminat,’” kenang Hashim.
Baca juga : Emosi JK meledak, Jokowi menjadi presiden karena saya
Namun, kendala muncul karena PDIP saat itu masih cenderung mendukung Fauzi Bowo. Hashim lalu melaporkan hal ini kepada Prabowo.
Prabowo yang Menginisiasi Pertemuan
Hashim, yang terbiasa berbahasa Inggris sejak kecil karena luar negeri, lalu menyampaikan ke Prabowo bahwa Jokowi berminat, tapi partainya masih mendukung Fauzi Bowo.
“Saya bilang ke kakak saya dalam bahasa Inggris. Lalu kakak saya bilang, ‘Coba undang dia. Kita ketemu minggu depan di Jakarta,’” ujar Hashim.
Minggu berikutnya, pertemuan bersejarah antara Prabowo, Hashim, dan Jokowi pun terjadi. Dalam pertemuan itu, Prabowo menawarkan dukungan 6 kursi di DPRD DKI kepada Jokowi.
Bantahan Terbuka: Bukan JK, Tapi Prabowo yang Desak Megawati
Hashim dengan lantang membantah versi Jusuf Kalla yang kerap menyebut dirinya yang membawa Jokowi ke panggung nasional.
“Yang benar adalah Pak Prabowo yang mendesak Ibu Mega untuk mengusung Pak Jokowi. Awalnya Ibu Mega tidak mau, tetap mau dukung Pak Fauzi Bowo. Ini sejarah, ini kebenaran. Saya persilakan direkam,” tegas Hashim.
Ia bahkan mengklaim dirinya sebagai salah satu penyandang dana utama pada masa awal karier politik Jokowi di Jakarta.
Penutup (Kesimpulan)
Pernyataan Hashim ini sekaligus meluruskan narasi yang selama ini berkembang di publik. Menurutnya, peran Prabowo sangat krusial dalam meyakinkan Megawati, berbeda dengan klaim dari pihak lain. Hingga berita ini diturunkan, baik Jusuf Kalla maupun pihak istana belum memberikan respons resmi. (A).
Mantan presiden di era pemerintahan SBY dan Jokowi, mengungkapkan emosinya secara meledak ledak, singgung sosok…
Setelah sekian lama menghilang dari ruang publik, tokoh Islam 212, Habib Rizieq Shihab, kembali tampil…
Fenomena politik nasional kian dinamis, jika menyaksikan fenomena politik di Solo, Jawa Tengah. Kediaman Presiden…
Anggota DPR RI, bertemu dengan pimpinan polri di gedung kura kura (Senayan). Dalam pertemuan tersebut,…
Fenomena politik nasional kian dinamis pergerakannya, menunju pemilu 2029. Sejumlah kader partai politik, terungkap pindah…
Fenomena politik ditanah air semakin menarik perhatian publik, terutama pernyataan seorang pengamat hukum, Ferry Amsari,…