Film

“Romantika Rujakbebek” Produksi Swadaya Siap Ikuti Festival

Berbagi and sharing

Mataconews – Jakarta – Sebuah semangat gotong royong mewarnai produksi film pendek “Romantika Rujakbebek” yang digarap secara swadaya oleh para pegiat seni di Jakarta Pusat. Proses syuting yang berlangsung pada 5 Juli 2025 di ruang publik Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas tak mengenal batas.

Kolaborasi Tanpa Batas

Yasmin, berperan sebagai Memei, penjual Rujakbebek, bersama anaknya (kaos putih- sebelah kiri)

Film yang disutradarai oleh Wahyudi ini menghadirkan kisah romantika di balik dagangan rujak bebek. Yasmin, warga Bogor yang berperan sebagai Memei sang penjual rujak, beradu akting dengan Dicky yang memerankan Romman. Menariknya, Dicky bukanlah pemain baru di dunia hiburan—ia dikenal sebagai bintang iklan dan pengisi suara film profesional.

Produksi Murni Swadaya

para pemain Romantika Rujakbebek, lokasi di Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran Jakarta pusat

Keunikan film ini terletak pada sistem produksinya yang sepenuhnya swadaya. Seluruh tim, mulai dari sutradara, produser, hingga para pemain, bahu-membahu membiayai produksi secara mandiri. Biaya transportasi, konsumsi, hingga sewa kamera dan proses editing ditanggung bersama.

Bahkan Nur Cahya, seorang dokter medis di RS TNI yang berperan sebagai Bu RW, turut berkontribusi dengan membawakan konsumsi untuk seluruh kru dan pemain.

Semangat di Usia Senja

Bu RW dan pak RW, yang diperankan oleh Nur Cahaya dan Wahyudi

Salah satu momen mengharukan dalam produksi ini adalah kehadiran Yani Latjuba, perempuan berusia 70 tahun yang berperan sebagai youtuber peliput kegiatan syuting. Dengan mobilitas yang mengagumkan, ia rela menempuh perjalanan dari rumahnya di Semper, Jakarta Utara, menggunakan Transjakarta dua kali dan berjalan kaki hampir 1 kilometer menyeberangi jembatan untuk mencapai lokasi syuting.

Yakni Latjuba, berperan sebagai youtuber, dalam film pendek Romantika Rujakbebek

Target Festival

Hingga berita ini diturunkan, sang sutradara Wahyudi masih mempertimbangkan beberapa opsi untuk film ini. “Kami masih memutuskan akan mengikuti festival film pendek mana atau mungkin menayangkannya di kanal YouTube,” ujarnya.

Film “Romantika Rujakbebek” membuktikan bahwa semangat berkarya tidak memerlukan anggaran besar—yang terpenting adalah kolaborasi dan dedikasi para pegiatnya. (Red)

Dicky (Roman) dan Yasmin (Memei) di warung Rujakbebek

Admin Matacon

Recent Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri…

17 jam ago

Pramono Anung Sindir Politikus Pindah Partai: “Tak Akan Pernah Jadi Besar!”

Mataconews - Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan menohok terkait loyalitas partai politik.…

2 hari ago

Sayembara Kritik : “Lemahnya Ekosistem Seni Dalam Ruang Apresiasi

Mataconews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai acara Penganugerahan Pemenang Sayembara Kritik Sastra…

5 hari ago

Peluncuran Buku Enam Simponi Aksara Telah Menampar Wajah Literasi Betawi ?

Mataconews, Jakarta – Suasana seni dan sastra semakin semarak di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta…

5 hari ago

Presiden Prabowo Subianto, Singkap Tabir Kepalsuan Ekonomi

Jakarta, Nataconews - Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkapkan adanya praktik pemalsuan data, pemalsuan dagang,…

1 minggu ago

Kental Kekuasaan. Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Ditahan

Mataconews - Jakarta. Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus),…

1 minggu ago