Hukum

Eks Wamendes periode 2023-2024, Paiman Raharjo buka suara terkait dengan Restorative Justice Rismon Sianipar

Berbagi and sharing

MATACONEWS Paiman Raharjo, mantan Wakil Menteri Desa (Wamendes) periode 2023-2024, angkat bicara terkait wacana penyelesaian restoratif justice (RJ) yang santer dikaitkan dengan kasus Rismon Sianipar. Dalam pernyataannya, Paiman yang mengaku sebagai korban dari isu pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mendesak agar proses hukum tetap dilanjutkan hingga ada putusan pengadilan.

“Saya ini adalah salah satu korban yang terdampak. Saya dihujat, bahkan sampai sekarang cari kerja susah karena saya difitnah oleh Roy Suryo dan Tifa,” ujar Paiman saat ditemui di Jakarta, Selasa (18/3/2026).

Menurutnya, wacana restorative justice tidak boleh serta-merta menghentikan perkara yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama di kalangan relawan dan pendukung Presiden Jokowi.

Baca juga : Roy Suryo dan Tifa Bentuk Troya

Pembicaraan dengan Jokowi: “Kita Manusia Tak Luput dari Salah”

Paiman mengaku sempat berbincang melalui sambungan video (WEA-an) dengan Presiden Jokowi pada pagi harinya. Ia menanyakan soal isu yang menyeret nama baik kepala negara tersebut.

“Saya tanyakan hal ini, tapi beliau bilang kita ini manusia tak luput dari kesalahan. Kalau orang sudah minta maaf, ya kita harus memaafkan,” ungkap Paiman menirukan pesan Jokowi.

Meski demikian, Paiman menilai sikap pemaaf Jokowi tidak serta-merta harus diikuti dengan penghentian perkara. Ia justru mengingatkan bahwa publik membutuhkan kepastian hukum.

“Ini tipe lah orang-orang, Pak Jokowi ini tipe orang yang memang negarawan. Orang yang betul-betul bisa menjadi panutan. Nah, namun karena saya ini adalah salah satu korban dari isu ijazah Jokowi ini, saya mengharapkan jangan semua dimaafkan, jangan semua dihentikan,” tegasnya.

Minta Kasus Roy Suryo dan Tifa Dilanjutkan

Paiman secara khusus meminta agar proses hukum terhadap dua tokoh yang disebutnya memfitnah, yakni Roy Suryo dan Tifa, tetap dilanjutkan hingga ada vonis pengadilan. Menurutnya, pengadilan adalah tempat yang tepat untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

“Bolehlah dimaafkan, tetapi biarlah dituntaskan di pengadilan, agar nanti jelas siapa yang salah, siapa yang benar. Apakah ijazah Jokowi itu palsu dan apakah ijazah Pak Jokowi itu asli? Itu biar ditetapkan oleh pengadilan, sehingga rakyat tidak berpersepsi sendiri,” jelasnya.

Ia khawatir jika semua diselesaikan dengan SP3 atau restoratif justice, justru akan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, seperti anggapan bahwa Presiden Jokowi takut atau ragu dengan kebenaran ijazahnya.

Dampak pada Relawan dan Loyalis

Paiman yang juga mengaku sebagai bagian dari relawan Jokowi menyoroti dampak psikologis dari ketidakjelasan hukum ini terhadap para loyalis dan pendukung Presiden.

“Saya sebagai orang yang terdampak, saya dihujat, bahkan saya sampai sekarang cari kerjaan susah karena saya difitnah. Maka kami mengharapkan kepada Pak Jokowi, jangan sampai teman-teman relawan yang selama ini membantu Pak Jokowi, membela Pak Jokowi, loyalis Pak Jokowi, ini akhirnya kendor dengan tidak ada kepastian hukum,” tutupnya. (A).

Admin Matacon

Recent Posts

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Ungkap Dugaan Kartel Haji Dan Praktik Mafia Haji

Jakarta, MataConews – Praktik gelap di balik penyelenggaraan ibadah haji kembali menjadi sorotan. Wakil Menteri…

20 jam ago

Pramono Anung Sindir Politikus Pindah Partai: “Tak Akan Pernah Jadi Besar!”

Mataconews - Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan pernyataan menohok terkait loyalitas partai politik.…

2 hari ago

Sayembara Kritik : “Lemahnya Ekosistem Seni Dalam Ruang Apresiasi

Mataconews, Jakarta – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai acara Penganugerahan Pemenang Sayembara Kritik Sastra…

5 hari ago

Peluncuran Buku Enam Simponi Aksara Telah Menampar Wajah Literasi Betawi ?

Mataconews, Jakarta – Suasana seni dan sastra semakin semarak di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta…

5 hari ago

Presiden Prabowo Subianto, Singkap Tabir Kepalsuan Ekonomi

Jakarta, Nataconews - Presiden Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkapkan adanya praktik pemalsuan data, pemalsuan dagang,…

1 minggu ago

Kental Kekuasaan. Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Ditahan

Mataconews - Jakarta. Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus),…

1 minggu ago